Recent Event Highlights: Atlet Bonthain in Davis Cup Junior-Malaysia, CPNS jadi PNS, Motor dan Koran tanam pohon, Harumkan Bonthain dan Indonesia, ULaMM choose Bonthain as the Base, Catalog of Djarum Black Blog Competition Vol.2, and 83 more...
Created by Bonthain on 08/01/2010
Last updated: 04/10/10 at 10:44
Bonthain has no followers yet. Be the first one to follow.
Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) bakal diperingati lagi esok. Tepatnya Kamis, 20 Mei 2010, genap 102 tahun sejak 20 Mei 1908 silam. Momentum Harkitnas diperingati tiap tahunnya dengan berbagai cara, khususnya Upacara Bendera. Pada dasarnya momentum ini hanyalah sebagai pengingat sejarah masa lalu. Perayaan begitu ramai, khidmat dan penuh warna. Tetapi, apalah arti jika tidak ada yang dapat dijadikan hikmah dari peringatan dimaksud, melainkan sekedar peringatan.Memontum Kebangkitan Nasional perlu diisii dengan kemampuan yang kita miliki. Mulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil dan harus dimulai sejak dini (K. H. Abdullah Gymnastiar)Sadar atau tidak, masyarakat negeri ini masih menganut paham doing that is not good. Semestinya perlu ditanamkan sikap cinta terhadap kebangsaan, yang terjadi malah DEGRADASI kebangsaan yang kian membumbung tinggi. Budayakan do the best, kompetitif, prosedural dan disiplin terhadap tata etika serta aturan formal kehidupan berbangsa dan bernegara.Apalah arti Peringatan HARDIKNAS...?Kalimat ini sering terngiang dalam benak para kaum muda Indonesia. AMBAE (mari/ayo) kita mencermati makna terdalam dari kalimat tersebut.Alasan demi alasan lahir atas kalimat di atas. Paling awal dinyatakan bahwa Organisasi BO (Budi Oetomo) bukanlah organisasi yang mendukung Kemerdekaan Indonesa, justru mendukung Penjajahan Belanda waktu itu. Bahkan bukanlah organisasi pertama di Indonesia, melainkan telah ada organisasi sebelumnya.Perayaan demi perayaan, peringatan hari nasional apa pun. Saat ini dapat digambarkan seperti apa respon masyarakat dalam menyikapi peringatan tersebut. Mengapa ini terjadi, karena masyarakat mengganggap telah terjadi pembalikan fakta sejarah yang benar-benar menjadikan bangsa ini terkungkung sekian lamanya.Tapi, patutkah kita tidak memperingati tiap hari besar dimaksud...?Bagi Penulis, tidak perlu mempersoalkan peringatan itu mesti dilakukan atau dihilangkan. Yang terpenting adalah sebesar apa tindakan dan upaya kita dalam mengubah paradigma masyarakat agar bisa berpikir jernih demi kemajuan bangsa yang lebih baik. Sejarah tetaplah sejarah, bukan hanya menjadi hiasan belaka di masa silam.Terpaku pada kalimat di atas, tidaklah akan menyelesaikan masalah yang menyelimuti Indonesia. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi.ASK YOURSELFWHAT have given to INDONESIADengan Semangat Kebangkitan NasionalKita Tingkatkan Ketahanan MasyarakatDalam Kerangka NKRITingkatkan Kreatifitas, jangan hanya terpaku pada apa yang dapat diberikan Negara dan Pemerintah pada kita. Tapi, kreatiflah...Kembangkan ide dan kreatifitas, gali sedalam-dalamnya potensi yang dimiliki. Yakin dan percaya bahwa tiap individu telah dibekali dengan segudang keahlian sejak LAHIR. Hanya saja butuh pemahaman guna mengimplementasikan segala kemampuan itu.Tentunya mesti diawali dengan kata "BIASAKAN-lah". Semoga kita dapat TERBIASA hingga tercapailah KEMANDIRIAN.BANGKIT dan terus MAJUKENAPA TIDAK kalau ada upaya bro...INSYA ALLAH, upaya yang ikhlas dan tulus akan menghasilkan karya terbaik.Download : Logo Harkitnas 102-2010.cdr
http://bonthain.blogspot.com/2010/05/harkitnas-102-2010.html
BONTHAIN jadi ramai para pelancong, lebih ramai dari hari-hari biasa. Pasalnya sejak kemarin, di kota berjuluk Butta Toa ini berlangsung Road Race alias balapan Kendaraan Roda Dua atau lazim disebut motor. berbagai daerah ikut ambil bagian dalam kompetisi kali ini, khususnya Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.Pembalap kawakan dan pemula pun diturunkan guna memenangi Tiket menuju Kejurnas. Road Race yang berlangsung 8-9 Mei 2010 di BONTHAIN ini berjuluk KEJURDA FDR Serie III-Bupati Cup Race 2-The New Spirit Motor Prix 2010.Kelas yang diperlombakan yakni :Kelas Utama- Kelas MP1 (Bebek Tune Up hingga 125 cc) Seeded- Kelas MP2 (Bebek Tune Up hingga 110 cc) Seeded- Kelas MP3 (Bebek Tune Up hingga 125 cc) Pemula +- Kelas MP4 (Bebek Tune Up hingga 110 cc) Pemula +- Kelas MP5 (Bebek Tune Up hingga 125 cc) Pemula- Kelas MP6 (Bebek Tune Up hingga 110 cc) PemulaKelas Tambahan/Supporting Race- Kelas Bebek 4 Tak 125 cc Lokal Wilayah Tune Up (Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai & Selayar)- Kelas Bebek Standar 2 Tak hingga 115 cc Pemula Wilayah (Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai & Selayar)- Kelas Bebek Standar 2 Tak hingga 115 cc Pemula- Kelas Matic Bore Up hingga 130 cc- Kelas Sport Standar hingga 150 cc Open- Matic Standar hingga 125 cc- Honda 4 Tak 125 cc Standar Show Room- Honda 4 Tak 125 cc Tune UpRoad Race ini diadakan di Sirkuit Sasayya BONTHAIN. Pada hari pertama RACE, dilangsungkan kelas tambahan/supporting race. Sementara pada hari kedua barulah para Joki bersaing meraih garis Finish pada Kelas Utama, disamping Final untuk Supporting Race.Penulis berharap melalui ROAD RACE, dengan sendirinya bakat dan minat pemuda BONTHAIN akan tersalurkan. Biasanya pemuda hanya paham dengan Balapan Liar yang mengganggu kelancaran lalu lintas jalan raya. Dengan Road Race, kehebatan mereka di jalan raya mesti dibuktikan. Tentunya harus mampu menjadi Juara dari pembalap lainnya. Sepeti slogan Yamaha "Selalu Terdepan".Kehadiran kompetisi selama 2 (dua) hari di BONTHAIN, memberi efek tersendiri bagi beberapa elemen masyarakat maupun Pemerintah, antara lain :1. Masyarakat amat terhibur dengan kegiatan ini2. Pembalap lokal maupun daerah lainnya akan tersalurkan bakat dan minatnya3. Pemda ikut terbantu dengan promosi yang lebih terhadap BONTHAIN4. Usaha Kecil Menengah (UKM) ikut terbantu pula, misalnya :- Pihak penyedia Jasa Penginapan- Cafe, restoran, warung, toko, mini market dan lain sebagainya- Warnet, kopinet, rumah kopi dan lain sebagainya- Bengkel- Angkot- dllNach, ini dia para Pemenang untuk masing-masing kelas yang diperlombakan.JUARA MP11. KARDI Racing Team2. SGP Racing Team3. ZREMPET Racing Team4. KARDI Racing Team5. IJO LUMUT Racing TeamJUARA MP21. SGP Racing Team2. SOC (Sawerigading Otomotive Club)3. KARDI Racing Team4. SOLTHANA Racing Team5. NYAMPA Racing TeamJUARA MP31. SJAM Racing Team2. Ijo Lumut Racing Team3. MINNANG Racing Team4. Mekar Jaya Racing Team5. SOLTHANA Racing TeamJUARA MP41. KABOCI Racing Team2. SOLTHANA Racing Team3. ANS Racing Team4. Bintang Terang Racing Team5. Bone Racing TeamJUARA MP51. MINNANG Racing Team2. URT (Usaha Rappang Team)3. Gowa Racing Team4. SGP Racing Team5. TONKA Racing TeamJUARA MP61. SOLTHANA Racing Team2. MINNANG Racing Team3. CHIKONG Racing Team4. KARDI Racing Team5. Sinjai Racing Team
http://bonthain.blogspot.com/2010/05/kejurda-fdr-serie-iii.html
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng diwarnai penyerahan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 10 orang Kepala Sekolah dan tenaga pendidik di daerah ini. Ke-10 orang tersebut telah mengabdi selama 10-20 tahun. Masing-masing H. Mansyur, H. M. Said, H. Kamaruddin, Hasbiah dan Miftahuddin yang telah mengabdi selama 20 tahun. Sedang Sitti Haswati, Hamsyah, Kasmina, Arifin dan Husein mendapat penghargaan yang sama atas pengabdiannya selama 10 tahun.Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan (H. Syahrul Yasin Limpo) pada upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) se-SulSel yang dipusatkan di Kabupaten Bantaeng pada hari Minggu tanggal 02 Mei 2010 di Lapangan Lompobattang BONTHAIN. Peringatan HARDIKNAS tersebut juga ditandai penyerahan penghargaan kepada 12 Bupati dan Walikota se-SulSel yang dinilai sukses membina KANTIN KEJUJURAN. Ke-12 Bupati dan Walikota itu masing-masing :1. Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah)2. Bupati Bone (Idris Galigo)3. Bupati Gowa (Ichsan Yasin Limpo)4. Bupati Takalar (Ibrahim Rewa)5. Bupati Jeneponto (Radjamilo)6. Bupati Wajo (Burhanuddin Unru)7. Bupati Pangkep (Andi Kemal Burhanuddin)8. Bupati Enrekang (Latinro La Tunrung)9. Bupati Luwu Timur (Andi Hatta Marakarma)10. Walikota Makassar (Ilham Arief Siradjuddin)11. Walikota Parepare (Zain Katoe)12. Walikota Palopo (H. A. Tenriadjeng)Gubernur SulSel bersama 5 Pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pencipta lagu Mars Kantin Kejujuran (Drs. H. Mansyur) juga mendapat penghargaan yang sama. Penyerahan penghargaan dilakukan Jaksa Agung yang diwakili Jaksa Agung Muda bidang Intelejen/JAMIntel (H. M. Amarin). Pada kesempatan tersebut, Gubernur SulSel juga memberikan penghargaan kepada Pangdam VII Wirabuana, Kapolda SulSelBar, guru berdedikasi terbaik, siswa SD, SMP dan SMA/SMK dan pengawas sekolah se-SulSel.Penghargaan diberikan atas jasa baik sehingga SulSel berhasil masuk dua besar propinsi terbaik di Indonesia bersama Bengkulu. Usai upacara yang dipimpin langsung Gubernur SulSel, orang nomor satu SulSel itu bersama JAMIntel dan Bupati Bantaeng meresmikan Kantin Sehat Taman Kanak-Kanak Kemala Bhayangkari.Mendiknas (Muh. Nuh) dalam sambutan seragam yang dibacakan Gubernur SulSel berharap perjuangan para pendahulu bidang pendidikan harus terus dikumandangkan dan direkonstruksi agar kegiatan ini tak sekadar menjadi peringatan seremoni. Melainkan juga bisa membangkitkan optimisme dan percaya diri. Pembangunan bidang pendidikan, kata Mendiknas, tak hanya untuk mendidik anak bangsa menjadi cerdas. Namun juga berbudi pekerti dan berkarakter dan berakhlak serta berbudi mulia, bermoral dan berperilaku baik untuk membangun bangsa. Pembangunan yang kita inginkan itu tercermin dari moral, etika dan budi pekerti serta rasa persaudaraan yang tinggi. Sehingga pada saatnya bisa diraih kemandirian yang bermartabat.Menurut Gubernur, pendidikan merupakan segalanya. Pendidikan tersebut harus bisa dibarengi dengan agama dan adat istiadat yang tetap perlu dipertahankan. Karena itulah, ia meminta kepada para pendidik agar mengajarkan ilmu setinggi-tingginya dan biasakan anak-anak memiliki keterampilan agar berdaya saing. Sedang para pegawai diharapkan membiasakan diri bekerja lebih dibanding orang lain. Sebab orang Bugis-Makassar terkenal ulet.
http://bonthain.blogspot.com/2010/05/kantin-kejujuran-in-bonthain.html
Kabupaten Bantaeng (BONTHAIN) dikenal sebagai daerah terkecil khususnya di Propinsi Sulawesi Selatan. Kondisi ini perlu mendapat perhatian utama, mengingat suasananya yang semakin sempit. Hal ini terjadi akibat keberadaan Lalu Lintas Angkutan Jalan yang kian banyak memenuhi jalan-jalan utama di Kabupaten Bantaeng. Termasuk jalan menuju pelosok pedesaan dan wilayah Dataran Tinggi (Pegunungan) yang juga tak kalah ramai dan padatnya.Hadirnya berbagai kendaraan, baik berupa Mobil (Bus, Pete-pete, Truk dan sebagainya) maupun Motor (Ojek, Becak Motor/Bentor dan sebagainya), berdampak buruk terhadap lingkungan hidup. Meskipun banyak manfaat atas keberadaan kendaraan tersebut, namun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pula efek buruknya. Beberapa efek negatif yang ditimbulkan antara lain :1. Polusi Udara dan Lingkungan sekitarnya2. Kepadatan Jalan Raya3. Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) semakin tinggiUntuk itu, beberapa elemen/kalangan di Kabupaten Bantaeng menyatukan pendapat dan sikap yang terbentuk dalam sebuah kepanitiaan dalam rangka membudayakan kegiatan bernuansa peduli lingkungan. Salah satu kegiatan yang diharapkan dapat membudaya di kalangan masyarakat BONTHAIN yakni BERSEPEDA. Melalui kegiatan bersepeda, tentunya dapat mengurangi Polusi Udara sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara sesama masyarakat BONTHAIN. Di samping itu, melalui kegiatan ini akan dilaksanakan pula serangkaian sub kegiatan lainnya yang juga bernuansa lingkungan.Ada beberapa hal sebagai sasaran sekaligus yang ingin dicapai melalui kegiatan dimaksud yakni :1. Menyemarakkan kelancaran pelaksanaan Alih Tugas dan penyambutan Kapolres Bantaeng dari Bapak AKBP Thurman Siregar kepada Bapak AKBP Fery Handoko. 2. Membudayakan kegiatan BERSEPEDA di BONTHAIN sebagai kepedulian terhadap Lingkungan3. Mengurangi polusi udara dan tingkat Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Jalan Raya.FAREWELL GAME dalam rangka Alih Tugas dan penyambutan Kapolres Bantaeng dari Bapak AKBP Thurman Siregar kepada Bapak AKBP Fery Handoko, akan diadakan pada hari Minggu tanggal 25 April 2010 bertempat di Pantai Marina (MARINA BEACH), Korong Batu, Pa’jukukang-BONTHAIN, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan.Pelaksana :1. AMBAE (Ambae.cdr)2. B Global Management3. Loka Camp (Resort and Outbound)4. Sanggar Seni Butta Toa (SSBT) Bantaeng5. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cab. Bantaeng6. Baling-baling Adventure Team (BAT)7. BKKBN Kab. Bantaeng8. Dinas Pariwisata Kab. Bantaeng9. B Gallery Band10. Komunitas SEPEDA BONTHAIN11. Komunitas Jet Ski BONTHAIN12. Bank SulSel Cab. Bantaeng13. Komunitas Masyarakat Butta Toa (KMBT)14. Dinas Kesehatan15. Palang Merah Indonesia (PMI) Cab. Bantaeng16. Brigade Siaga Bencana (BSB) Bantaeng17. POLRES Bantaeng18. Humas Bantaeng19. Duta Lingkungan Bantaeng20. Duta Pariwisata Bantaeng21. Komunitas Electone Bantaeng22. Thirty FM Bantaeng23. Radio MBS Bantaeng24. dan beberapa elemen masyarakat BONTHAIN (non organisasi)Lumayan hadiah yang disiapkan dalam bentuk Doorprize berupa :- 10 Unit Sepeda- 2 Unit Televisi- 1 Buah VCD- 10 Buah Jam Dinding- 10 Buah Payung- 10 Buah Termos KecilAYO BUDAYAKAN BERSEPEDA
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/farewell-game-in-marina-beach.html
Wakil rakyat yang tergabung dalam Komisi III DPRD Kabupaten Pangkep mempelajari Program Siaga Bencana yang dibentuk Pemda Kabupaten Bantaeng. Selain masalah penanggulangan bencana, khususnya kebakaran, wakil rakyat berbagai partai itu juga ingin mengetahui Program Kesehatan Gratis di daerah berjarak 120 Kilometer arah selatan Kota Makassar ini. Hal itu terungkap pada pertemuan Komisi III DPRD Kabupaten Pangkep dengan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di Rumah Jabatan Bupati pada hari Jumat, 23 April 2010.Pertemuan silaturahim tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Bantaeng (Darwis), Sekretaris Komisi (Nurdin Halim, Fitriana Fachruddin, Yusuf Majide, Mappiare, Ali Sujanto, H. M. Said Baddu, Hj. Juriati, Sapri dan Anggota DPRD lainnya. Sedang tamu dari Kabupaten Penghasil Semen tersebut terdiri atas Ketua Komisi III (Umar Haya) dari PPP, H. Deppungeng dari PPP, Ardi Arsyad dari PKS, Dirham Ijar dari PDIP, H. Mansyur dari Partai Patriot dan A. Muh. Ridha dari Partai Demokrat. Ketua Komisi III DPRD Pangkep mengatakan, sebelum ke Bantaeng rombongan berjumlah 6 orang itu juga melakukan kegiatan yang sama di Kabupaten Gowa untuk bidang pendidikan.Menurut Umar Haya, dalam 2-3 tahun terakhir, bencana kebakaran cukup meresahkan sebab mobil unit kebakaran yang ada hanya 2 yang siaga di kota. Kalau kebakaran terjadi di Segeri, dipastikan rumah yang terbakar sudah rata dengan tanah. Sulit dilakukan pertolongan karena jarak dan kondisi Damkar yang ada, urainya. Karena itulah, kami mendengar Bantaeng memiliki kedekatan dengan Toyota Jepang. Pangkep juga, tambah politisi dari PPP itu, masih ketinggalan di bidang pendidikan karena luas wilayah yang terdiri atas 117 pulau (23 tanpa penghuni) dengan jumlah penduduk di pulau sebanyak 40 ribu orang.Pulau-pulau tersebut bahkan ada yang berbatasan dengan Lombok dan Madura. Karena itulah, indeks pendidikan berada pada nomor urut 23. Bupati Bantaeng dalam sambutan penerimaannya menyambut baik kehadiran para wakil rakyat Pangkep di Butta Toa. Menurut Bupati, wilayah kerjanya tidak memiliki pulau. Panjang pantai Bantaeng hanya 21 Kilometer dan sudah dipenuhi rumput laut. Ditunjang curah hujan selama 8 bulan dengan kondisi wilayah 3 klaster (laut, dataran rendah dan tinggi), BONTHAIN kini mengembangkan berbagai jenis sesuai kondisi. Di laut dikembangkan rumput laut, sedang pada dataran rendah dikembangkan padi dan jagung yang berproduksi 5 kali dalam 2 tahun. Salah satu jenis padi yang dikembangkan adalah jenis bromo yang khasiatnya sama dengan beras Jepang, urainya.Kita juga sudah melakukan penangkaran sendiri untuk 20 jenis varietas unggulan yang sudah dapat memenuhi kebutuhan sendiri. Ke depan, kami berharap dapat mensuplai kebutuhan bibit Sulsel, terang Nurdin Abdullah. Penangkaran dilakukan sebagai tekad untuk menjadikan Kabupaten Bantaeng menjadi Kabupaten Penghasil Benih berbasis teknologi. Sedang di ketinggian dikembangkan tanaman endemik stroberi dan apel. Kawasan pengembangan stroberi dan apel tersebut sekaligus dijadikan kawasan agro wisata yang kini juga sudah dilengkapi bunga potong (Krissan). Komoditi lain yang sedang dikembangkan adalah talas (keladi/pacco) yang pasarnya langsung ke Jepang. Pengembangan talas tersebut hingga kini baru di areal 25 Ha.Tahap awal, jelas Bupati Bantaeng ekspor talas hanya 8000 ton/tahun. Selain talas, ekspor yang sudah berjalan antara lain biji kapuk yang dilakukan Perusda Bajiminasa ke Korea Selatan serta ekspor hasil laut dalam bentuk Surimi beku ke Jepang. Ekspor ikan olahan tersebut dilakukan PT Global Seafood International Indonesia (GSII). Nurdin Abdullah berharap, Kabupaten Pangkep dapat mengambil bagian dalam kegiatan ekspor tersebut sebab Pangkep memiliki pulau-pulau. Kini, tambah Bupati Bantaeng lagi, Pemda akan membahas bersama para wakil rakyat di DPRD tentang kemungkinan pembebasan pembayaran PBB bagi masyarakat yang menanam talas.Pembebasan pembayaran PBB tersebut dimaksudkan untuk merangsang masyarakat menanam komoditi yang mengandung khasiat pencegah kanker dan diabetes tersebut. Khusus masalah penyediaan Damkar dan Ambulance, Nurdin Abdullah mengatakan, tiap daerah memiliki peluang untuk menjalin hubungan dengan Toyota Jepang.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/pangkep-berharap-menyamai-bonthain.html
Menyusul kesepakatan pembangunan industri cairan infus antara Pemerintah Daerah Bonthain dan Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan yang ditandangani 22 Maret 2010 lalu, Tim pembangunan industri strategis tersebut melakukan konsultasi dengan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah). Konsultasi dilakukan di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng. Sebulan setelah kesepakatan, tepatnya hari Kamis 22 April 2010 yang dihadiri Asisten I (Drs. Muslimin), Kepala Bappeda (Ir. H. Zainuddin Tahir), Kadis Kesehatan (Dr. Hj. Takudaeng), Kabag. Perekonomian (Asruddin) dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng (Anshar Tuba). Sedangkan Tim Propinsi Sulawesi Selatan dihadiri oleh Dr. Kusrini, Ilham, Wakil dari Perusda SulSel (Mulyan Pulubuhu) dan sejumlah anggota tim lainnya.Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) berharap, program pembangunan industri yang memiliki prospek pasar yang baik itu segera dilakukan agar dapat menjadi ikon SulSel. Menurut Bupati, harus ada keberanian untuk memulai pembangunan tersebut karena kebutuhan infus di SulSel dan Kawasan Timur Indonesia pada umumnya cukup besar. Untuk itu, SulSel harus bisa mengambil peran penting. Tentang kemungkinan kerja sama dengan perusahaan Jepang (Otsuka), Nurdin Abdullah mengatakan akan dijajaki kemungkinannya. Mengingat perusahaan Jepang biasanya melakukan investasi murni.Meski begitu, untuk menjajaki kemungkinan tersebut, akan dilakukan kunjungan ke Jepang. Kunjungan tersebut sekaligus dimaksudkan untuk mengungkap potensi daerah yang bisa dikerjasamakan dengan Jepang. Sebelumnya, Ilham dari Tim SulSel mengemukakan seputar pemantapan pelaksanaan pembangunan industri cairan infus yang berlokasi di Kecamatan Eremerasa tersebut. Tim, kata Ilham sudah melakukan studi ke beberapa industri infus di Jawa Barat milik PT. Sanbe yang menggunakan teknologi Jerman serta PT. Otsuka Indonesia di Lawang-Jawa Timur yang menggunakan teknologi Jepang. Dari kunjungan tersebut, tim sudah memperoleh gambaran dan progresnya sudah dilaporkan ke Sekwilda SulSel.Pembangunan industri yang akan menelan investasi Rp 21 miliar ini merupakan rencana strategis Gubernur SulSel di bidang kesehatan. Kehadiran industri ini diharapkan membawa dampak terhadap perekonomian daerah khususnya peningkatan pendapatan daerah melalui sektor perpajakan. Selain itu, akan membuka peluang bagi tenaga kerja dan mengurangi angka kemiskinan sekaligus memenuhi kebutuhan obat di Indonesia yang mempunyai pangsa pasar 2,5 miliar Dolar. Terutama di Kawasan Timur Indonesia membutuhkan 5.250.000 botol/tahun.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/butuh-5-ribuan.html
Program Pengembangan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (Neighborhood Development) tingkat Kabupaten Tahun Anggaran 2010 disosialisasikan. Sosialisasi yang dirangkaikan pembentukan Tim Teknis tersebut dibuka Bupati Bantaeng yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan (H. M. Yasin) di Gedung Pertiwi. Tim Bonthain kembali meliput acara dimaksud yang dilaksanakan pada hari Selasa, 20 April 2010.Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Ekbang mengatakan, pembangunan berbasis komunitas merupakan pembangunan yang diarahkan pada lingkungan permukiman terpadu untuk menciptakan tatanan kehidupan dan hunian yang tertata, selaras, sehat, produktif, berjati diri dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah daerah optimistis, melalui program ini akan terwujud sinergitas pembangunan dalam rangka menciptakan lingkungan layak huni. Juga sebagai upaya meminimalisir kawasan kumuh yang ada di daerah ini. Dengan tujuan agar penduduk yang bermukim pada wilayah tersebut dapat secara sehat saling berinteraksi dalam rangka menjaga kelangsungan hidup dan peningkatan kesejahteraannya.Pemda sendiri, terang Bupati Bantaeng dalam mengarahkan kebijakan pembangunan lebih fokus pada pembangunan berbasis lingkungan tanpa mengesampingkan aspek sosial budaya masyarakat setempat. Karena itu, perwujudan visi Wilayah Terkemuka Berbasis Desa Mandiri secara perlahan tapi pasti akan diwujudkan bersama melalui keterlibatan semua pihak termasuk tenaga pendamping dan unsur terkait lainnya. Sehingga pada hakikatnya inti dari pelaksanaan Good Governance yang meliputi Pemerintah, swasta dan masyarakat dapat dilaksanakan dan dikelola dengan baik. Selain itu, tahun 2011 merupakan tahun ketiga pelaksanaan dokumen perencanaan pembangunan lima tahunan dengan sasaran pembangunan penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja. Perwujudan Bonthain sebagai Kabupaten Benih berbasis teknologi dan mewujudkan The New Bantaeng dalam rangka menjadikan daerah ini sebagai pusat pertumbuhan di bagian selatan Sulsel.Karena itu, diharapkan kepada semua pihak untuk dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian sasaran tersebut agar terwujud sinergitas program di kabupaten berjuluk Butta Toa ini. Asisten Koordinator Kota Edvance Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP), Abd. Azis Muslim pada kesempatan itu melaporkan, program yang sudah dimulai sejak 2004 ini diperluas ke Kecamatan Bantaeng. Setelah sebelumnya hanya menjangkau Kecamatan Eremerasa, Ulu Ere dan Sinoa. Ia berharap, melalui perluasan itu akan terjadi perubahan dalam penanggulangan kemiskinan sebab P2KP sudah melakukan intervensi untuk mengubah prilaku masyarakat agar lebih berdaya, mandiri dan madani.Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng (H. Zainuddin Tahir) turut memberikan penjelasan teknis kegiatan yang akan dilaksanakan. Ia kemudian mengingatkan penggunaan dana bantuan yang akan digunakan agar sesuai fungsinya karena berkaitan dengan pertanggungjawaban. Tidak berhati-hati dalam penggunaan anggaran bisa berakibat hukum, terangnya di depan peserta yang terdiri atas para Camat, Kepala Desa dan Lurah yang memperoleh proyek tersebut.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/neighborhood-development.html
Pengurus Daerah Persatuan Sepak Takraw Indonesia (Pengda PSTI) SulSel mengukuhkan pengurus PSTI Bantaeng Periode 2009-2014. Pengurus yang dikukuhkan itu masing-masing Ketua (H Abd Azis), Wakil Ketua (Drs. Abdullah), Sekretaris (Dr. Nizar), Bendahara (Achmadi) dan sejumlah pengurus lainnya. Pengkuhan pengurus dilakukan Ketua Pengda PSTI SulSel yang diwakili Sekretaris Umum (H. Nasir Mas'ud) di Gedung olah raga (GOR) Malilingi. Kegiatan itu ditandai penyerahan Pataka dari pengurus lama kepada pengurus baru disaksikan Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab), para Kepala SKPD dan Camat di daerah ini.Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pembukaan Pra Kualifikasi Porda Sepak Takraw Wilayah I SulSel yang diikuti 175 peserta utusan 7 Kabupaten yakni Bantaeng, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Ketua KONI Kabupaten Bantaeng yang diwakili H. A Asli Mustadjab berharap, pengurus PSTI Bonthain bisa membawa organisasi ini menjadi organisasi mandiri. Khusus pelaksanaan Pra Kualifikasi Porda, Asli Mustadjab berharap, kegiatan ini dijadikan ajang silaturahim dan peningkatan prestasi. Wakil Bupati Bantaeng itu juga mengajak semua pihak untuk membangun nilai-nilai keolahragaan dan menggelorakan di tengah masyarakat untuk mencapai tujuan olah raga yakni meningkatkan derajad kesehatan, kebugaran dan prestasi.Melalui kegiatan olah raga juga kita bisa mengangkat harkat dan martabat daerah. Bahkan bangsa dan negara di kancah internasional. Sebab olah raga tidak mengenal perbedaan. Olah raga sedapat mungkin juga dikembangkan menjadi industri yang dapat memberi kontribusi nyata. Serta menjadi alat pemersatu dan nasionalisme, pintanya. Sebelumnya, Ketua Pengda PSTI SulSel yang diwakili Bendahara (Ibrahim Saleh) berharap pengurus memberi perhatian terhadap pengembangan olah raga sepak takraw di kabupaten berjuluk Butta Toa ini.Ia menyambut baik pelaksanaan Pra Kualifikasi Porda yang diikuti 7 Kabupaten di selatan SulSel. Mantan Kadis Sosial Kabupaten Bantaeng itu berharap, dari kegiatan yang mempertandingkan 4 nomor (2 nomor putra/putri dan beregu) menghasilkan prestasi yang dapat mewakili wilayah I ke Porda Pangkep Nopember 2010 mendatang. Masih menurut Ibrahim Saleh yang juga Kadis. Sosial Kota Makassar itu, untuk meraih prestasi dan melihat atlet yang memiliki kemampuan, Pengda PSTI SulSel menurunkan 15 wasit nasional dan internasional.Kami berharap, kehadiran para wasit kaliber nasional dan internasional tersebut dapat melakukan seleksi. Agar diperoleh atlet yang bisa mewakili SulSel di kancah nasional maupun internasional, jelasnya. Selain Pra Kualifikasi di wilayah I, Pengda PSTI juga menggelar kegiatan yang sama untuk wilayah 3 di Makassar awal Mei 2010. Sebelumnya, kegiatan yang sama juga dilakukan di wilayah 2 yang dilaksanakan di Pinrang.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/kukuhkan-pengurus-psti-bonthain.html
Setelah beberapa hari berlatih di Bantaeng, petenis Junior Indonesia asal Bonthain (Nur Adim Ramdani), yang berada pada peringkat I KU-16 Nasional, berada di Serawak-Malaysia sejak tanggal 18 April 2010. Adim akan memulai pertandingannya bersama dua orang rekan lainnya yakni Wisnu Adi Nugroho asal Tegal-Jawa Tengah dan David Manoah asal DKI Jakarta. Davis Cup Junior se-Asia Pasifik ini diikuti sebanyak 16 negara. Event ini akan berlangsung sejak tanggal 19-25 April 2010. Tim Indonesia didampingi pelatih Suharyadi.Davis Cup Junior merupakan langkah kedua setelah Tim Indonesia ini menang di Srilanka bulan Pebruari 2010 yang lalu. Harapannya semoga melalui ajang kali ini, Tim Indonesia (Adim dan kawan-kawan) mampu menunjukkan kualitas permainannya dan mampu meraih gelar juara. Sebagaimana harapan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama pelatih sekaligus orang tua Adim pada saat menghadiri undangan khusus Bupati Bantaeng diruangan kerjanya, untuk senantiasa membawa nama harum Indonesia dan terkhusus Bonthain. Spirit dan prestasi yang gemilang petenis Bonthain diharapkan dapat menjadi panutan buat petenis lainnya.Pada kesempatan yang sama, Pemkab Bantaeng melalui KONI Bantaeng juga telah memberikan bantuan dana. Melalui bantuan tersebut, sedapat mungkin Adim memanfaatkannya untuk tour dalam rangka tanding di beberapa negara pada bulan Mei hingga Juli mendatang sebesar Rp 40 Juta. Dana ini sangat besar manfaatnya, khususnya menunjang peningkatan prestasi buat atlit kita. Apalagi telah mengharumkan nama Indonesia dan Bonthain pada event kejuaraan tenis kelas Asia dan dunia. Selanjutnya dana tersebut akan diserahkan ke pelatih Nur Adim Ramdani di Cibubur Tennis Camp, tempat Adim berlatih dibawah bimbingan Ardi Rivali.Bantaeng Tennis Camp (BTC) kini mempersiapkan atlit tenis yang berbakat lainnya pada event pra Porda Tenis 2010 yang akan digelar 26 April mendatang di Makassar. Semoga persiapannya membuahkan hasil berupa target 3 emas pada bagian putri. Petenis putri yang berbakat yang dimiliki BTC masing-masing Nuroktafianti, Fauziah Azis, A. Nesti Ramadani dan Azima Faradina. Atlit kami ini semuanya juara junior di Makasar, makanya ada optimisme sebagai pengelola dan pelatih.Prestasi dapat diraih dengan Team Work yang solid dengan menghadirkan kebersamaan pembinaan antara pemerintah, pengelola, pelatih, atlit dan orang tua sendiri. Namun, belumlah lengkap kalau tidak ada bantuan dari para donatur/pemerhati tenis. untuk itu, mohon dukungan sehingga prestasi petenis junior Indonesia, dapat meraih juara di Serawak-Malaysia. Demikian diungkapkan Pengelola BTC (Syahrul Bayan,SSTP).
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/atlet-bonthain-in-davis-cup-junior.html
Siswi Kelas III Jurusan Pemasaran SMK Negeri 1 Bantaeng (Nur Hikma) bertemu dengan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah di Ruang Kerja Bupati Bantaeng. Didampingi Sekretaris Dikpora (Basri), Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bantaeng (Syamsul Samad), beberapa guru pembimbingnya (Hj. Dawiah Sila, H. Latief, Arifin Mansyur, Asri, Hj. Napisah dan Asri) dan Kabag Humas dan Protokol Syahrul Bayan. Nur Hikma berhasil keluar sebagai Juara I pada seleksi tingkat Propinsi Sulawesi Selatan yang diadakan di Makassar pada tanggal 5-9 April 2010 yang lalu.Bupati Bantaeng menitipkan harapan agar prestasi yang diraih Siswi asal SMK Negeri 1 Bantaeng dapat menjadi catatan bagi Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Bantaeng agar mempersiapkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana. Sehingga untuk pembangunan di Kabupaten Bantaeng dapat bersinergi dengan penyediaan SDM yang berkualitas. Juga berharap agar siswa bersangkutan dapat disekolahkan pada sekolah-sekolah favorit di Jawa seperti UI, UGM dan lain sebagainya.Melalui Dikpora, anggaran untuk beasiswa berprestasi dapat dialokasikan. Paling tidak, dapat mempersiapkan SDM yang akan membangun Bantaeng sejak sekarang. Agar nantinya dapat dirasakan. uang yang dikeluarkan untuk membiayai seorang mahaiswa berprestasi keluaran tahun 2010 ini. Sebagaimana hasil seleksi oleh Dikpora , misalnya dibiayai Rp 200 juta. Nantinya setelah selesai kuliah, dengan akses dan jaringan di luar, Bonthain dapat terbangun. Sehingga dapat membangun Bonthain dengan angka milyaran rupiah. Pola pendidikan di Bonthain harus dimulai dengan bagaimana memberikan pengajaran budi pekerti anak didik. Harapannya agar anak didik memiliki karakter yang selalu berinovasi dan berkreasi untuk membangun daerahnya. Segera kita bangun intelegensi yang unggul untuk membangun Bonthain ini. Kepercayaan luar negeri untuk Bonthain sangatlah tepat untuk dijadikan bahan dalam rangka membangun Bonthain.Sistem pembinaannya pun harus sejak Sekolah Dasar (SD) dan dipantau hingga Perguruan Tinggi (PT). Dengan demikian anak didik akan memiliki impian dengan arahan guru. Nantinya tercipta mindset yang selalu membangun Bonthain. Juga keterlibatan orang tua siswa, guru dan Pemkab. Bantaeng sangat diperlukan untuk membangun generasi Bonthain yang unggul. Tiap event yang diselenggarakan oleh sekolah harus melibatkan orang tua untuk mengontrol prestasi dari anaknya. Dikpora dan sekolah yang ada di Bonthain harus mememiliki data yang valid tentang keluaran siswa (i) yang berkuliah di Perguruan Tinggi di Makassar dan di Jawa. Hal ini dapat dijadikan salah satu ukuran kualitas pendidikan di Bonthain. Nur Hikma akan mengikuti lomba keterampilan siswa tingkat nasional di Jakarta yang akan berlangsung 12-17 Mei 2010. Siswa tersebut dijadwalkan bertolak dari Bonthain tanggal 10 Mei 2010 mendatang.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/juara-i-lomba-keterampilan-siswa.html
Kepala Kepolisian Wilayah (Kapolwil) Bone (Kombes Syamsuddin Yunus) memperkenalkan calon Kapolres Bantaeng (AKBP Very Handoko). Very akan menggantikan AKBP Turman Siregar yang mendapat tugas baru sebagai Kepala Pembinaan Karier Polda Sulsel. Menurut Syamsuddin, Very akan melakukan adaptasi, semacam magang sesuai aturan baru di tubuh Polri. Proses pemagangan berlangsung sebulan sehingga diharapkan pada 15 Mei 2010 sudah bisa dilantik, ujarnya pada perkenalan pejabat yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng.Pertemuan silaturahim tersebut dihadiri Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Dandim 1410 Bantaeng (Letkol Sidik), unsur Muspida dan pejabat Kepolisian Resort Bantaeng serta pejabat lingkup Pemda Kabupaten Bantaeng. Menurut Kapolwil Bone, melalui pemagangan ini pejabat baru nantinya sudah mengetahui potensi wilayah kerjanya serta kondisi Sumber Daya Manusia yang akan dipimpin maupun struktur dan budaya masyarakat yang ada agar sewaktu-waktu dapat diantisipasi. Meski begitu, selama dalam proses ini, calon Kapolres BONTHAIN masih tetap berada di bawah kendali Kapolres lama hingga Pelantikan dan Serah Terima Jabatan berlangsung, ujarnya.Karena itu, ia berharap kerjasama dengan semua pihak, terutama Pemda agar pembangunan dapat berjalan lancar dan aman. Ini penting karena Kabupaten Bantaeng memiliki potensi dan mengalami pertumbuhan yang luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sehingga dipandang lebih dari kabupaten lainnya, terang Kombes Syamsuddin. Ini berkat kepemimpinan seorang intelektual yang juga usahawan yang memiliki jaringan pasar yang luas. Saya prediksi, ke depan Bonthain akan menjadi daerah tumpuan harapan daerah sekitarnya, termasuk kota Makassar yang semakin sempit.Dibalik keberhasilan kepemimpinan Nurdin Abdullah, terdapat kekhawatiran untuk masa depan kabupaten berjuluk Butta Toa ini. Terutama bila tidak dipersiapkan kader yang akan melanjutkan kepemimpinan nantinya. Kami khawatir Bonthain tak menemukan pemimpin sekualitas Nurdin Abdullah. Bila itu terjadi, sia-sia program brilian serta komitmen yang sudah berjalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tambah Kapolwil Bone. Ia kemudian berpesan kepada masyarakat Bantaeng agar membangun komitmen dan member kontribusi positif terhadap perkembangan pembangunan di daerah ini. Kitalah orang-orang Bantaeng yang harus membangun daerah ini. Jangan justru menjadi penghambat menuju proses peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut, pintanya.Jajaran Kepolisian dan aparat lainnya juga diminta memberi kontribusi terhadap pembangunan melalui pendekatan keamanan. Hal ini disebabkan pembangunan membutuhkan keamanan, tambah Kapolwil. Polwil Bone membawahi 9 kabupaten masing-masing Wajo, Soppeng, Bone, Selayar, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto dan Takalar. Bupati Bantaeng menyambut baik perhatian aparat Kepolisian selama ini. Jalinan kerja sama sudah terjalin dengan baik. Karena itu, ia berharap ke depan pejabat baru dapat meningkatkan hubungan kerja sama tersebut. Bupati pada kesempatan itu juga mengungkap potensi wilayahnya yang terdiri atas tiga klaster yakni pesisir pantai, dataran rendah dan dataran tinggi yang masing-masing memiliki potensi pengembangan.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/calon-kapolres-bonthain.html
Sebanyak 254 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemkab. Kabupaten Bantaeng menerima SK 100% sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Para PNS Angkatan 2007 tersebut terdiri atas 116 orang Guru, 20 orang Tenaga Kesehatan, 80 orang Tenaga Tekhnis, 15 orang Tenaga Penyuluh dan 23 orang Formasi Pengangkatan Sekretaris Desa. Hari Rabu, 14 April 2010 para PNS tersebut langsung diambil sumpahnya oleh Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng. Penyerahan Surat Keputusan (SK) dan pengambilan sumpah tersebut dihadiri Plt. Sekkab. Bantaeng (Thamrin Husain), Kepala Badan Kepegawaian Daerah (Muchtar. AM) dan sejumlah pejabat lainnya.Bupati Bantaeng berharap, PNS yang baru dilantik dapat menjaga kedisiplinan. Sebab masa depan pemerintahan berada di tangan PNS. Selain itu, PNS harus bisa menyadari keberadaannya sebagai pelayan masyarakat. Kehadiran PNS diharapkan dapat menjawab harapan masyarakat. Dimanapun ditugaskan, PNS harus dapat menopang pemerintahan agar masyarakat merasakan manfaat kehadiran PNS di suatu tempat. PNS baru ini diharapkan dapat menghadirkan pemerintahan yang memiliki pelayanan prima. Buat suasana baru, biasanya memberi pelayanan yang tulus. Siapa yang datang sambut dengan senyuman. Selama ini, pelayanan seperti itu sudah hilang. Celakanya, bertemu sesame PNS atau bahkan dengan pimpinan sekalipun, masih pura-pura tidak kenal padahal reski itu dating dari berbagai cara. Bisa saja kita mendapat reski hanya karena senyuman atau membantu orang. Hal ini diungkapkan Bupati Bantaeng saat Tim Bonthain meliput acara yang bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng.Karena itu, biasakan memulai dari yang kecil karena mengubah kebiasaan tidak semudah membalik telapak tangan. Tapi sedapat mungkin perubahan dilakukan dari diri sendiri agar menjadi contoh kepada yang lainnya. Bupati juga mengingatkan para PNS bahwa gaji yang diterima merupakan uang dari rakyat dalam bentuk APBD. Di Bonthain lebih dari 50% APBD digunakan untuk bayar gaji. Karena itu, kehadiran PNS diharap dapat memperkuat dan meringankan pekerjaan dan pelayanan di daerah ini.Pemda juga membuat program yang menyentuh kepentingan rakyat. Perhatian kepada rakyat sangat penting karena alokasi gaji PNS dari rakyat. Bekerjalah secara ikhlas dan jujur dan beri pelayanan terbaik kepada masyarakat karena mereka yang menggaji kita. Jangan ada di benak mau menjadi penguasa, tetapi jadilah pelayan masyarakat. Khusus kepada guru yang mendominasi pengangkatan PNS formasi 2007 tersebut, Nurdin Abdullah mengingatkan peran penting para guru untuk meningkatkan intelegensi dan ahlak yang baik. Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), sebenarnya kita tidak kekurangan. Hanya saja intelegensi dan ahlaknya yang perlu ditingkatkan.Ada yang intelegensinya bagus, tapi justru menggerogoti negara. Karena itu, diperlukan kesadaran yang tinggi. Tentunya agar pencitraan yang dilakukan di daerah ini juga berjalan sesuai harapan. Serta Pembangunan yang berkesinambungan pun dapat berjalan sesuai eranya. Jadi, tidak bisa dibanding-bandingkan antara pemerintahan sekarang dan sebelumnya. Tantangan pemerintahan sekarang berhadapan dengan krisis global sehingga bila tidak diantisipasi dengan baik, kita akan tertinggal. Bagaimana mengantisipasinya, kita harus menggerakkan semua sektor agar berdaya tarik. Kita harus memikirkan perkembangan daerah lainnya, termasuk Makassar yang 5-10 tahun ke depan akan menjadi kota sumpek.Olehnya, kita harus bisa membuat pertumbuhan baru agar ada pilihan masyarakat. Maka amat diperlukan fasilitas agar orang mau datang, termasuk dari Makassar. Kita siapkan fasilitas hotel dan fasilitas tempat rekreasi baik pantai maupun di gunung. Fasilitas rekreasi pantai sudah ada Pantai Marina Korong Batu. Pada wilayah dataran tinggi, telah disiapkan fasilitas agro wisata petik strawberi, apel dan beraneka ragam bunga di kawasan Ulu Ere. Untuk memberikan pelayanan cepat, di Pemerintahan juga harus bisa berbenah.Jangan bertumpu pada Bupati, tapi juga ke Wakil Bupati, Sekkab dan Asisten yang ada di lingkup pemerintahan. Kecuali memerlukan keputusan strategis, barulah merujuk kepada Bupati. PNS juga diharapkan untuk tidak terlibat pada politik praktis karena akan berpengaruh pada karier. Sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat, jangan mau dimanfaatkan oleh kepentingan pihak lain. Bupati hanya tak ubahnya sebagai pegawai kontrak. Paling lama 5 tahun masa tugasnya akan berakhir, sementara PNS akan terus berkarier hingga masa pensiun.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/cpns-jadi-pns.html
Sejak program pelajaran Bahasa Inggris diluncurkan ke sekolah dasar di Bantaeng, hingga kini sudah 24 Sekolah Dasar (SD) yang ikut dalam program tersebut. Koordinator Anak Indonesia Sejahtera (AIS) untuk wilayah Kabupaten Bantaeng (Baharuddin) mengatakan hal itu saat diterima Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) hari Kamis, 8 April 2010 lalu di rumah jabatan Bupati Bantaeng.Menurut Baharuddin yang didampingi Wakilnya (Hasanuddin dan Zaldy), pengajar Bahasa Inggris di SD 5 Lembang Cina (Bonthain), untuk lebih menarik minat anak didik menggunakan bahasa internasional tersebut, AIS akan mengadakan lomba. Lomba yang akan memperebutkan Piala Bupati itu memanfaatkan momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).Lomba tersebut diantaranya berupa :- Lomba Pidato- Lomba Menulis Kata sebanyak mungkin- Lomba Mengeja Kata- Lomba Menyanyi Bahasa InggrisLomba akan berlangsung dua hari, mulai 30 April hingga 1 Mei 2010. Ia berharap, anak-anak mempersiapkan diri mengikuti ajang lomba tersebut. Baharuddin mengakui, selama ini sudah ada sekolah yang memberlakukan bahasa Inggris sehari dalam sepekan.Bupati Bantaeng menyambut baik kepedulian AIS yang memberikan pelajaran bahasa Inggris kepada anak didik di tingkat Sekolah Dasar. Ia berharap, sejak dini sudah ada antisipasi mengikuti perkembangan internasional agar ke depan warga Bonthain sudah bisa bergaul internasional.Patut disadari semua elemen masyarakat, khususnya elemen bidang pendidikan. Hampir tiap hari Bonthain kedatangan tamu dari luar negeri. Baik wisatawan maupun investor, tentu saja membutuhkan para Guide yang mampu berkomunikasi dengannya. Bahkan dapat mengkomunikasikan potensi dan kondisi real Bonthain pada para pengunjung yang datang. Dengan bantuan Bahasa Internasional tersebut, Bonthain dapat dikenal lebih jauh. Bahasa gaulnya mengungkapkan bahwa percakapan akan terasa nyambung bilamana kedua pihak saling memahami apa yang sedang dibicarakan.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/ais-adakan-english-contest.html
Stadion Mini Lamalaka di Bonthain kini dibenahi. Pembenahan di seluruh bagian, mulai dari tribun hingga fasilitas penunjangnya. Termasuk pagar dilakukan untuk menyambut penyelenggaraan Pra Porda, khususnya cabang Sepak Bola yang akan digelar 24 April 2010 mendatang. Ketua Panitia Persiapan Pra Porda Kabupaten Bantaeng (A. Mappatoba) mengatakan, pembenahan dilakukan sebagai bukti kesiapan penyelenggaraan pesta olah raga antar kabupaten di SulSel khususnya pada cabang Sepak Bola.Pada Pra Porda kali ini, ada tiga kesebelasan yang akan berlaga di Stadion Mini Lamalaka, masing-masing kesebelasan Bulukumba, Selayar dan Bonthain sebagai tuan rumah. Ketiganya akan memperebutkan tempat sebagai wakil wilayah selatan selatan pada cabang Sepak Bola pada Porda yang akan digelar di Kabupaten Pangkep, tepatnya bulan Oktober 2010.Untuk meraih nomor di cabang ini, Kesebelasan Bantaeng aktif melakukan pertandingan uji coba baik di kandang sendiri maupun melakukan pertandingan tandang ke kandang lawan, ujarnya. Uji coba tersebut dilakukan sejak Pebruari 2010, terang Kr. Ali (panggilan akrab A. Mappatoba). Ia kemudian mengemukakan hasil uji coba yang dilakukan di Stadion Mini Lamalaka Bantaeng melawan kesebelasan Kabupaten Sinjai yang berhasil dimenangkan Kabupaten Bantaeng dengan skor 2-0. Sedangkan hasil uji coba dengan Kesebelasan Kabupaten Gowa berakhir seri 1-1. Melawan Bulukumba, kesebelasan Bonthain berhasil mempecundangi 4-0. Dan melawan Barca Makassar, Bonthain kalah 1-2.Pada pertandingan tandang ke kandang lawan, Bonthain vs Pangkep dengan 1-2. Sementara melawan Maros pada posisi 1-0. Saat uji coba dengan tim Pra Porda Kabupaten Gowa, keduanya sama kuat dengan hasil imbang 1-1. Masih menurut Kr. Ali, sebelum pelaksanaan Pra Porda berlangsung, pihaknya masih akan melakukan uji coba dengan kesebelasan Parepare dan bertandang ke Barru. Ia berharap dari uji tanding tersebut, kesebelasan Bonthain benar-benar siap menjamu tamunya dengan baik dan memenangkan setiap perandingan. Tak lain agar Bonthain bisa mewakili wilayah selatan-selatan ke Pekan Olah Raga Daerah (Porda) XI Tahun 2010 yang akan berlangsung di Pangkep, ujarnya.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/pra-porda-xi-tahun-2010.html
Kawasan Agrowisata Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng segera memiliki Masjid yang lebih representatif. Masjid ini diperuntukkan guna menunjang kehadiran wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut. Rencana kehadiran masjid tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid berlantai dua di Bangkeng Bonto, Desa Bonto Lojong yang dilakukan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Pengusaha SulSel (H. Saharuddin dan Thiawudi Wikarso).Pembangunan masjid di atas tanah seluas 12 X 15 Meter tersebut diprediksi bakal menghabiskan dana sebesar ± Rp 300-an juta. H. Tahir dari panitia masjid memperoleh dana swadaya masyarakat sebesar Rp 30 juta dalam mengawali pembangunan masjid dimaksud. Bupati Bantaeng bersama para tokoh pengusaha pun memberikan bantuan sebesar Rp 30 juta. Sehingga total dana awal pembangunan masjid tersebut mencapai Rp 60 juta. Sisanya masih diharapkan bantuan dari masyarakat Bangkeng Bonto dan lainnya. Ia berharap, kehadiran masjid ini dapat menunjang program Pemda untuk menjadikan Kecamatan Ulu Ere menjadi kawasan Agrowisata, urainya.Bupati Bantaeng pada kesempatan tersebut berharap, pembangunan fasilitas ibadah ini dapat diselesaikan sesuai rencana agar segera dapat digunakan. Ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk membantu penyelesaiannya, tandasnya. Ia kemudian menyambut baik keikhlasan panitia yang peduli terhadap pentingnya fasilitas ibadah dalam menyambut kedatangan wisatawan ke kawasan Agrowisata ini. Masih menurut Bupati, Bonthain yang memiliki tiga klaster (Pantai, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi/Pegunungan) memiliki karakteristik dan potensi tersendiri. Kawasan pantai dimanfaatkan untuk pengembangan rumput laut. Sementara dataran rendah untuk pengembangan pertanian, khususnya padi yang sudah berhasil menangkar 20 varietas termasuk hybrid. Hasil pertanian tersebut diharapkan membawa Bonthain menjadi kabupaten benih berbasis teknologi untuk mensuplai daerah sekitar dan SulSel pada umumnya. Sedangkan pada dataran tinggi dikembangkan tanaman produktif yang banyak disukai masyarakat seperti strawberry dan apel. Khusus apel diharapkan sudah bisa dinikmati pada 2011, urainya. Selain kedua komoditi itu, kecamatan berjarak 30 kilometer dari Kota Bantaeng ini juga mengembangkan bunga potong krissan.Pengembangan bunga tersebut selain untuk menunjang kunjungan yang akan memenuhi Bonto Lojong, juga diharapkan dapat mensuplai kebutuhan bunga Kota Makassar. Bahkan, untuk jangka panjang komoditi bunga tersebut juga diharapkan bisa diekspor ke mancanegara. Selama ini Bonthain sudah mengekspor hasil perikanan dalam bentuk Surimi beku yang dilakukan PT. Global Seafood International Indonesia (GSII) ke Jepang. Selain itu, Perusahaan Daerah Baji Minasa juga mengekspor biji kapuk ke Korea. Dalam tenggat waktu yang tidak terlalu lama, PT. GSII juga akan mengekspor talas ke Jepang dan akan segera disusul ekspor jagung ke Korea serta ekspor tapioka ke China dan gula aren ke Malaysia, urainya.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/masjid-penunjang-kawasan-agrowisata.html
PT.Sinar Galesong Pratama (Dealer resmi Suzuki Motor) dan (PT. Media Fajar) menyerahkan 250 pohon di Bantaeng. Penyerahan pohon jenis trambesi tersebut dilakukan Koordinator Tim Suzuki Fajar Save Our Earth (Abd. Haris) kepada Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) di lapangan Bawakaraeng. Pada penyerahan pohon tersebut, B-Global Management memperdengarkan lagu Save Our Green yang dibawakan kelompok B-Gallery Band. Kegiatan ini merupakan bagian dari wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.Bantaeng, terang Haris merupakan daerah ke-18 di SulSel setelah Maros hingga Luwu, Bone hingga Wajo yang dilakukan sejak 2008. Kegiatan yang dimulai di Danau Mawang oleh Gubernur SulSel, merupakan bagian dalam menjawab isu global di bidang lingkungan. Bupati Bantaeng menyambut baik kepedulian kedua perusahaan yang peduli lingkungan tersebut. Pemda bersama masyarakat Bantaeng sangat menghargai perusahaan yang memberi perhatian terhadap lingkungan, tambah Nurdin.Ia juga mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan sangat penting untuk menjawab kondisi global yang semula hanya menjadi isu, kini sudah menjadi kenyataan. Ini berdampak terhadap keseimbangan lingkungan. Kita termasuk negara yang gagal memelihara paru-paru dunia. Akibatnya, kini kita rasakan perubahan tersebut yang berpengaruh terhadap pertanian. Oleh beliau menggambarkan ketika petani butuh hujan, justru tidak turun. Sementara ketika musim kemarau tiba, hujan justru turun, akibatnya terjadi bencana.Bupati Bantaeng kemudian mengisyaratkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga tanaman. Menanam biasanya mudah dilakukan, tapi menjaganya biasa menjadi kendala. Karena itu, kita harus memiliki kepedulian, tambahnya.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/motor-dan-koran-tanam-pohon.html
Petenis junior Indonesia asal Bonthain (Nur Adim Ramdani) mengikuti farewell game tennis Kapolres Bantaeng. Kegiatan dalam rangka perpisahan dengan Kapolres Bantaeng (AKBP Turman Siregar) tersebut berlangsung di lapangan tennis Bantaeng Tennis Club (BTC). Kegiatan tersebut juga diikuti Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah), Dandim 1410 Bantaeng (Letkol Sidik), Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng (Zainal Arifin, SH), unsur Muspida dan para Kepala Dinas lingkup Pemda Bantaeng.Nur Adim Ramdani yang sedang mempersiapkan diri memperkuat tim Indonesia untuk kualifikasi Davis Cup Yunior Asia Oceania di Malaysia 17 April 2010 mendatang, memperlihatkan permainan terbaiknya dengan membabat pemain lokal. Nur Adim yang berpasangan dengan Kabag Humas dan Protokol (Syahrul Bayan) menyudahi permainan pasangan Syamsul Alam/Akhyar dengan skor telak 8-1. Pada kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng yang berpasangan dengan Kapolres Bantaeng, kalah 5-8 dari pasangan Dandim 1410 Bantaeng dan Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng.Bupati Bantaeng mengemukakan kebanggaannya terhadap keberhasilan putra Bantaeng yang berkiprah pada event internasional. Ia berharap, prestasi Nur Adim terus menanjak di tingkat internasional sehingga tak hanya membawa nama baik bangsa Indonesia, tetapi juga nama daerah. Untuk itu, Pemkab Bantaeng mendukung petenis yang kini dilatih pelatih nasional Ardi Rivali (Cibubur Tennis Camp) untuk mengikuti turnamen di China dan Thailand pada Mei-Juli tahun ini. Kapolres Bantaeng berharap kehadiran petenis junior Indonesia dapat menjadi spirit bagi petenis daerah. Pelaksanaan farewell game tennis ini sendiri lebih dimaksudkan sebagai ajang silaturahim dan memberi dukungan moril kepada Nur Adim yang membawa nama Indonesia.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/harumkan-bonthain-dan-indonesia.html
Pemerintah Kabupaten Bantaeng mempersiapkan strategi baru untuk mencegah jatuhnya harga pada saat panen berlangsung. Strategi tersebut diwujudkan dalam bentuk Resi Gudang. Dengan resi gudang yang akan dikeluarkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bekerjasama dengan pihak Perbankan, harga bisa bertahan. Pada saat harga jatuh komoditi yang ada di gudang tetap disimpan. Kita keluarkan pada saat harga membaik, kata Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah). Komoditi yang rawan mengalami fluktuasi harga adalah jagung, beras, rumput laut dan beberapa jenis komoditi. Hal ini diungkapkan pada perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang dilakukan warga Pa’taneteang, Kecamatan Tompobulu yang dipusatkan di Masjid Nurut Thawalib Bungeng.Komoditi itu, pada saat panen raya secara otomatis akan mengalami penurunan harga. Sedangkan komoditi baru berupa Talas cukup aman karena pasarnya cukup baik. Komoditi yang satu ini mampu menghasilkan 40 ton/Ha saat panen. Dengan harga Rp 5.000/Kg saja, petani talas akan menghasilkan Rp 200 juta sekali panen, tambah Nurdin Abdullah yang mengajak masyarakat untuk menggeluti tanaman berkhasiat anti kanker dan diabetes ini. Berapa pun produksi talas milik petani, semuanya akan diserap PT. Global Seafood International Indonesia (GSII), perusahaan yang akan mengolah talas menjadi komoditas ekspor ke Jepang, ujarnya.Perusahaan kerja sama Jepang Indonesia itu membutuhkan talas 40 ton/hari untuk memenuhi pasar Negeri Sakura tersebut. Negara Matahari Terbit itu selama ini mendatangkan talas dari China dan beberapa negara lainnya. Meski begitu, berdasarkan hasil penelitian, ternyata talas Bantaeng lebih baik dibanding talas dari China maupun talas Jepang sendiri. Karena itu, ia berharap kerja sama yang baik antara masyarakat, pemerintah dan dunia usaha. Ketiga komponen ini harus saling membantu agar pembangunan yang bertumpu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat terus tumbuh, pinta Bupati. Ia kemudian mengemukakan pertumbuhan selama 1,7 bulan memimpin daerah berjuluk Butta Toa ini.Dalam kurun waktu tersebut, sejumlah industri sudah melakukan ekspor seperti PT. GSII yang sudah melakukan ekspor produk hasil perikanan dalam bentuk surimi (Bantaeng Surimi) ke Jepang. Perusahaan ini juga segera melakukan ekspor talas, juga ke negara yang pernah hancur pada perang dunia kedua tersebut. Sedangkan Perusahaan Daerah (Perusda) Baji Minasa sudah melakukan ekspor biji kapuk ke Korea. Insya Allah, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Perusahaan Milik Negara (BUMN) China juga akan membangun industri tapioka dan disusul BUMN Malaysia yang akan membangun industri cuka dari aren, terangnya.Semua industri yang berpangkalan di Bantaeng, termasuk industri pengisian gas elpiji 3 Kg yang segera beroperasi, tentu menyerap tenaga kerja dan pada saatnya tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantaeng. Menyinggung soal pemanfaatan lahan kering, khususnya di Layoa dan Pa’jukukang, Bupati Bantaeng mengatakan, akan segera dibangun Cekdam Batumassong. Pembangunan cekdam tersebut akan memanfaatkan 30% air Sungai Bialo. Sisanya akan dimanfaatkan oleh Kabupaten Bulukumba yang merupakan Kabupaten tetangga terdekat di bagian Timur Bonthain. Bila fasilitas ini berhasil dibangun, maka lahan kering di Layoa dan Pa’jukukang akan berubah menjadi lahan subur. Karena itu, ia berharap warga Pa’taneteang turut menjaga sumber air yang akan menghidupi ke dua desa yang selama ini selalu gagal panen, pintanya.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/resi-gudang-menjaga-stabilitas-harga.html
Mahasiswa jurusan Keperawatan Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengadakan bakti sosial sunatan missal di Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang, Bonthain. Baksos yang berlangsung tanggal 6 April 2010 ini melibatkan 80 mahasiswa dan 3 orang dokter dari perguruan tinggi yang berlokasi di Jl. Urip Sumoharjo Makassar itu.Bupati Bantaeng menyambut baik kepedulian mahasiswa UMI terhadap masyarakat di Desa Baruga. Menurutnya, daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini cukup familiar dengan perguruan tinggi, terbukti dengan sejumlah baksos bidang kesehatan yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa waktu lalu, sejumlah dokter dari Perguruan Tinggi Jepang bekerja sama Universitas Hasan Sadikin Bandung dan Universitas Hasanuddin Makassar juga melakukan baksos celah bibir (bibir sumbing), urainya.Ia berharap, lembaga pendidikan tinggi lainnya juga mengambil peran membantu masyarakat desa. Kita harus bisa membangun negeri ini. Dengan begitu masyarakatnya harus sehat, tambahnya lagi. Untuk melakukan pembangunan tersebut, tidak boleh ada sekat di tengah masyarakat, apalagi sekat itu hanya karena title sebab itu hanya pengakuan, tapi implementasinya kita semua harus terlibat, pintanya. Nurdin kemudian menyebut sejumlah program Pemkab Bantaeng yang ingin menjadikan daerah berjuluk Butta Toa ini menjadi Kabupaten Benih Berbasis Teknologi.Itu harus dilakukan karena keterbatasan lahan. Bantaeng memiliki potensi tiga klaster yakni pantai sepanjang 21 kilometer yang sudah dipenuhi rumput laut, dataran rendah yang sudah membuat pembenihan 20 varietas padi serta wilayah pegunungan yang kini ditanam strawberry dan apel. Pada saatnya, Bantaeng diharapkan bisa menekan angka kemiskinan yang pernah mencapai angka di atas 60 persen pada 2007. Angka tersebut sudah semakin berkurang dan diharapkan kemiskinan di daerah ini akan hilang bila semua produksi pertanian sudah menghasilkan, tandasnya.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/celah-bibir-dan-sunatan-massal-by.html
Sendratari Tunrung Tumpaka yang dimainkan kelompok seniman Komunitas Pakampong Tulen (Komplen) Kabupaten Bantaeng akan meramaikan pelantikan Rektor UNHAS hari ini, Rabu 7 April 2010. Seni yang bercerita tentang kebersamaan yang naskahnya ditulis Bahruddin S.Sos (Dion) dengan arrangement musik by Haedir, A.Md tersebut siap mengetuk ego manusia untuk menghilangkan perbedaan (perseteruan) yang tidak jelas dan tak bermuara.Koordinator Komplen (Dion) menyebutkan, kelompok seni binaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng ini akan memaniskan perseteruan hingga berbuah perdamaian. Masih menurut Dion, melalui alat musik tradisional yang disertai gerak lincah pemain gandrang dan lagu Makassar khas Bantaeng akan membawa penonton hanyut menyatukan rasa dan mengajak kita semua untuk satu persepsi, satu tujuan bersama menuju The New Bantaeng.Kelompok seni yang menampilkan 13 pemain pada pelantikan Rektor Unhas ini lahir disebuah kampung Bissampole. Meski begitu, pendeklarasiannya dilakukan di Benteng Somba Opu pada 25 Juli 2005 silam. Komplen hingga saat ini masih tetap melakukan apresiasi dan eksplorasi pada Pentas-pentas yang telah dihasilkan. Kelompok yang terdiri atas berbagai multitalen dan dari sebuah kealamian (Otodidak ) tetap konsisten mengangkat budaya dan tradisi lokal Bantaeng, tambah Dion.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/tunrung-tumpaka-di-unhas.html
Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Syamsu Alam), Kepala Dinas PU dan Praswil (Arsyad Borahima), Kepala Bappeda (H. Zainuddin Tahir), Kepala Badan PMD (Meyriyani), Kabag. Humas dan Protokol (Syahrul Bayan) dan sejumlah pejabat terkait termasuk Tim Ambae.exe dan Bonthain meninjau Irigasi Moti di Desa Moti, Kecamatan Gantarang Keke.Peninjauan yang dilakukan berjalan kaki sejauh 3 kilometer menyusuri anak sungai dan hutan pohon coklat serta areal pertanaman jagung tersebut dimaksudkan untuk memperoleh air yang dapat disalurkan ke lahan pertanian disekitarnya.Menurut bupati, sumber air yang menampung aliran berbagai anak sungai ini hendaknya dipelihara baik agar menjadi sumber air pada lahan pertanian disekitarnya. Bupati juga mengisyaratkan pembangunan bendung secara swadaya agar terpelihara.Bila pengairan ini berfungsi maksimal, maka angka kemiskinan dipastikan akan turun sebab lahan petani akan berproduksi dengan baik. Inti dari pertanian adalah air, karena itu air harus dijaga oleh masyarakat disekitarnya, tambah Nurdin Abdullah. Menurutnya, bila air banyak maka banyak hal yang bisa dilakukan. Demikian pula sebaliknya, tanpa air lahan pertanian akan sulit.Ia kemudian mengajak semua pihak, terutama masyarakat Moti agar dapat menjaga sumber air yang ada disekitar pengairan. Jangan gegabah menebang pohon karena akan berpengaruh terhadap ketersediaan air, tambahnya.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/tinjau-irigasi-moti.html
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bantaeng melakukan sosialisasi Unit Layanan Pengadaan (ULP). Sosialisasi dilakukan sehubungan penerapan sistem Jasa Pengadaan Satu Pintu yang mulai diterapkan tahun ini. Bupati Bantaeng ketika membuka sosialisasi tersebut mengatakan, ULP satu pintu dimaksudkan untuk memudahkan kontrol terhadap pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa. Hal ini disebabkan jumlah proyek dibanding jumlah rekanan mengalami kepincangan.Jumlah proyek yang ada sebanyak 170-an sementara rekanan yang ada mencapai 232 perusahaan. Karena itu, ia berharap dapat dilakukan pemerataan. Jangan sampai ada pengusaha yang mengerjakan 3-4 proyek sementara pengusaha lainnya tidak bekerja, pintanya. Bupati juga minta kepada pemimpin proyek agar melakukan pemantauan langsung di lapangan sebelum dilakukan pembayaran sebab rambunya sudah jelas. Kalau semua rambu-rambu diikuti, termasuk mana yang harus ditender dan mana yang penunjukan langsung tentu tak ada masalah. Bupati Bantaeng optimistis, bila semua komponen bekerja sesuai ketentuan dan kini sudah dilakukan satu pintu, pembangunan di daerah ini akan semakin baik. Yakinlah, tak ada lagi riak bila semua ketentuan diikuti, tandasnya. Bangun tim yang saling memperkuat posisi kita agar penggunaan anggaran tepat guna dan sesuai sasaran sebab dana yang dikeluarkan harus bermanfaat bagi masyarakat, tambahnya.Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Drs. Abdullah) pada kesempatan itu menjelaskan, pembentukan ULP satu pintu akan memudahkan pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa yang selama ini dinilai tidak efisien dan tidak terkendali. Selama ini ada tudingan yang kurang sedap bila pengadaan dilakukan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), "Kuantitasnya juga tidak merata". Karena itu, melalui sistem satu pintu akan lebih efektif dan terpadu sehingga bisa dilakukan pemerataan berdasarkan kemampuan perusahaan bersangkutan, jelas Abdullah.Sebelumnya, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan menguraikan, untuk tahun 2010 dana yang tersedia untuk bidang konstruksi sebesar Rp 59 miliar (termasuk 126 paket pelelangan umum). Sedangkan untuk pengadaan berjumlah Rp 22 miliar. Mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng itu juga mengungkap jumlah rekanan yang terdaftar untuk tahun 2010 sebanyak 232 perusahaan.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/unit-layanan-pengadaan-ulp-satu-pintu.html
Camat Ulu Ere (H. Asri) bersama rombongan mengunjungi Lembang-Jawa Barat untuk belajar menata bunga. Kunjungan ke Lembang dilakukan karena kemiripan iklim antara kedua tempat. Mereka di Lembang untuk mengadopsi kondisi yang ada di daerah tersebut, termasuk penataan kota dan tanaman hiasnya. Ketika dilantik 17 Maret 2010, H. Asri mendapat tugas khusus pengembangan tanaman hias.Mengingat Kecamatan Ulu Ere dijadikan kawasan Agrowisata. Selain strawberry dan apel yang sudah lebih dulu dikembangkan di wilayahnya, kini juga dikembangkan bunga jenis Krissan. Untuk pengembangan bunga tersebut, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng sudah melakukan kerja sama dengan Koya Garden Makassar untuk pemasarannya.Agar penataan wilayah Kecamatan yang berada di kaki Gunung Lompobattang tersebut tertata, Camat Ulu Ere berupaya mengadopsi pengembangan tanaman hias di Jawa Barat. Selain ke Lembang, mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja yang didampingi Kabid. Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabaupaten Bantaeng (Ir. H. Suaib) juga mengunjungi PT. Alam Bunga Nusantara, perusahaan yang mengembangkan berbagai jenis bunga untuk kepentingan ekspor ke mancanegara.Saya belajar banyak tentang pengembangan kota dan penataan taman, ujarnya seraya berharap, dari kunjungan ini bisa diterapkan di Ulu Ere. Sehingga kerja sama dengan perusahaan bunga bisa lebih dikembangkan. Salah satu yang perlu dilakukan untuk menunjang budidaya, jelas H. Asri yang juga mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng itu, bahwa perlu ada peralatan penunjang seperti Green House yang memenuhi standar. Selain itu, perlu ada bapak angkat seperti yang dilakukan petani bunga di Lembang. Petani Lembang hanya menanam dan merawat, sedang bapak angkat memiliki pasar di berbagai daerah, urainya.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/study-flowers-to-lembang.html
Jurnalis dari Negeri Belanda (Wendy van den Hurk) berkunjung ke Kabupaten Bantaeng. Jurnalis dari Koran PZC (www.pzc.nl) yang ditemani General Manager AMBAE, Koodinator Liputan Harian Fajar (Ruslan Ramli) dan Kabag. Humas Kabupaten Bantaeng melakukan penelusuran sejarah kedatangan Belanda di Bantaeng. Wendy van den Hurk yang juga bekerja pada perusahaan media online di negeri Kincir Angin tersebut juga melihat dari dekat perkembangan pembangunan, termasuk program pengembangan tanaman hias (bunga potong) Krissan di Loka, Kecamatan Ulu Ere.Selama berada di Bonthain, Wendy mendatangi bangunan peninggalan Belanda, seperti :1. Gereja Protestan yang dibangun pada tahun 19392. Kantor KODIM 1410 Bantaeng yang merupakan bekas kantor Pemerintahan Belanda3. Rumah Tahanan (Rutan)4. Pekuburan Belanda yang terletak di Jl. Pemuda BantaengSelain itu, wartawati PZC itu juga berencana mengunjungi "Balla Tujua ri Onto", Insya Allah besok 4 April 2010. Lokasi ini merupakan situs sejarah yang pernah menjadi ibukota BONTHAIN (nama Bantaeng pada zaman Belanda). Selain melihat langsung kondisi lapangan, jurnalis dari Negeri Keju itu banyak mendapat masukan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Andi Pawiloi Kr. Nippong).Wendy bersama General Manager AMBAE dan Koodinator Liputan Harian Fajar (Ruslan Ramli) melalui Kabag. Humas Kabupaten Bantaeng berkesempatan bertatap muka dengan Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah). Bupati Bantaeng yang menerima kedatangan Tim tersebut berharap, Wendy bisa menulis tentang kabupaten yang pernah dipimpin 86 Residen ini. Kita tak mungkin melupakan sejarah. Namun seiring dengan kemajuan zaman, kami berharap Pemerintah Belanda bisa member perhatian kepada daerah dimana dia juga pernah hadir, urainya.Untuk itu, Nurdin berharap melalui tulisan PZC akan ada perhatian Pemerintah Belanda untuk turut memajukan pembangunan di Kabupaten berjuluk Butta Toa ini, tambahnya. Pada zaman Belanda, Bantaeng sangat maju. Selain menjadi pusat pemerintahan yang membawahi Kabupaten Jeneponto, Bulukumba hingga Selayar, daerah ini juga menjadi pusat pendidikan dan ekonomi di bagian selatan Sulsel.Kini, banyak perubahan, namun masih juga banyak masyarakat miskin yang memerlukan perhatian untuk ditingkatkan kesejahteraannya. Karena itu, bila memungkinkan Pemda Kabupaten berharap ke depan dapat dilakukan kerja sama dalam bentuk kota kembar (Sister City). Tahap awal, Pemda Kabupaten Bantaeng akan melakukan kerja sama erat dalam bentuk Sister City dengan salah satu kota di Jepang yakni Matsuyama. Negeri Matahari Terbit itu juga akan menyerahkan mobil Ambulance, Pemadam Kebakaran dan Sepeda.Pada kesempatan itu juga akan dilakukan penanaman secara massal bunga Sakura. Ia berharap, kerja sama antar kota ini akan lebih memudahkan pengembangan Sumber Daya Manusia untuk menunjang pengembangan daerah. Nurdin Abdullah juga mengemukakan keinginannya melestarikan bangunan tua yang dibangun Belanda tersebut dalam bentuk museum. Dengan begitu, ia berharap menjadi spirit bagi generasi muda untuk memajukan daerah.
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/dutch-journalist-visited-bonthain.html
Badan Keluarga Berencana (KB) dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Bantaeng melakukan rapat kerja daerah (Rakerda) di Gedung Pertiwi pada hari Rabu, 31 Maret yang lalu. Rakerda yang mengambil tema "Dengan semangat kemitraan kita sukseskan pembangunan kependudukan dan keluarga berencana 2010" tersebut diikuti 40 peserta para pimpinan klinik dan unit pelaksana tugas di daerah. Kegiatan ini dirangkaikan pula dengan penandatanganan Komitmen Kinerja para Camat se-Kabupaten Bantaeng.Wakil Bupati Bantaeng (H. A. Asli Mustadjab) berharap dengan Rakerda tersebut mampu melahirkan program strategis untuk menyukseskan program KB Nasional, terutama di Bonthain. Pegang teguh komitmen untuk mencegah terjadinya ledakan penduduk, pintanya. Bila masalah penduduk tidak diatasi, peningkatan jumlah penduduk akan tidak terkendali. Ini akan berdampak terhadap ketersediaan pangan dan sandang dan pada saatnya menjadi ancaman terhadap pengentasan kemiskinan. Karena itu, ia berharap, para Camat yang sudah menandatangani komitmen kineja agar besungguh-sungguh memberi perhatian terhadap masalah penduduk tersebut. Kita harus bisa bekerja hingga ke desa mencegah terjadinya ledakan penduduk, tambah peraih penghargaan KB Lestari tersebut.Pada kesempatan itu, Kepala Kanwil Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan SulSel (Drs. H. M. Ilham Jafar) mengatakan, pelaksanaan program KB merupakan upaya peningkatan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat. Ia kemudian memuji para camat di daerah ini yang berkomitmen untuk menyukseskan program nasional ini. Ini merupakan komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemaslahatan masyarakat yang menjadi tujuan kita bersama, ujarnya. Ilham kemudian mengajak semua pihak, terutama aparat daerah agar menggalang masyarakat ber-KB, terlebih adanya kecenderungan orang kurang mampu memiliki anak lebih banyak.Dalam kondisi seperti itu, tentu akan menjadi beban. Bagaimana menyekolahkan dan kesehatannya. Selain itu, bagaimana menyiapkan fasilitas. Fasilitas pelayanan KB harus disiapkan agar orang yang mau ber-KB tidak kesulitan. Tentang kehadiran Baruga Sayang yang merupakan komitmen Pemerintah SulSel, Ilham mengatakan, Baruga Sayang merupakan pusat pelayanan (Service Centre). Bantaeng merupakan salah satu daerah yang memberi kinerja yang baik terhadap SulSel.Karena itu, pada tahun 2010 ia optimistis tak ada masalah di daerah ini. Sebab SulSel diharapkan masuk 10 besar pengelolaan program KB di Indonesia dan salah satu unggulannya adalah Bonthain. Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan (Hj. Rugayya) pada kesempatan itu melaporkan jumlah peserta KB baru hingga akhir 2009 yang berhasil dilayani sebanyak 5.582 pasangan usia subur (112,18%). Sedangkan jumlah peserta KB aktif mencapai 27.327 (81,34%).
http://bonthain.blogspot.com/2010/04/baruga-sayang-sebagai-pusat-pelayanan.html
Musim kemarau yang berkepanjangan berdampak besar bagi petani. Seolah bumi ini berubah 180°, musim hujan tak seperti biasanya lagi. Seharusnya sejak bulan Nopember 2009 dan masuk bulan Maret 2010 ini, hujan tak henti-hentinya mengguyur tiap kota di sekitar wilayah Khatulistiwa. Termasuk BONTHAIN yang berada pada posisi 5°32'40.52" LS dan 119°56'20.04" BT.Namun, kejadiannya tidak seperti kita bayangkan beberapa tahun silam. Hingga saat ini, kondisi panas dan gerah benar-benar menghambat seseorang untuk berpikir lebih enjoy. Hari ini kota Bonthain diguyur hujan lebat. Layaknya Pembawa Berita Cuaca di Televisi, Facebooker beralih profesi. Serentak status profile FACEBOOK berganti dengan info hujan, namun bukan memprediksikannya lebih awal. Prediksi cuaca sekarang sulit dipercaya mengingat kondisi perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu (climate change uncertain).Mungkin inilah bagian kecil dari Global Warming. Bumi semakin sekarat dan mesti ditangani secepatnya. Penghuni planet Biru ini pula yang harus menjadi dokternya. Jangan menunggu Alien datang menyembuhkan sakitnya rumah kita....................STOP GLOBAL WARMING...................Langkah apa yang harus diambil guna menyembuhkan sakitnya Bumi Kita. Banyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya dengan menanam pohon sebanyak mungkin agar bumi tidak kering selamanya.Hujan hari ini belum tentu berlanjut esok hari. Seperti inilah kejadian di Bonthain, mungkin di daerah lainnya pun sama kejadiannya. Petani berharap agar hujan dapat menyiapkan suplai air yang cukup untuk mengairi sawah dan kebunnya. Banyak petani merugi karena berharap pada hujan. Nopember kemarin misalnya, saat terjadi hujan para petani ramai-ramai bercocok tanam. Namun, alhasil hujan hanya berlangsung sekejap hari itu saja. Keesokan harinya hingga berminggu-minggu kemudian hujan tidak kunjung datang. Padi yang tadinya telah ditanam akhirnya mati disantap kemarau.Fenomena di atas hanya bagian kecil dari dampak kemarau berkepanjangan. Akankah kita membiarkan ini berlarut-larut...???Jangan sobat, mari kita lestarikan Bumi yang kita diami selama ini agar anak cucu kita kelak dapat menikmatinya lebih baik dari sekarang.
http://bonthain.blogspot.com/2010/03/planet-biru-kian-sekarat.html
Hampir di tiap daerah dikenal yang namanya Balla' Lompoa. Dalam konteks besarnya di wilayah Sulawesi Selatan, dikenal Balla' Lompoa di Kabupaten Gowa. Merupakan tempat bermukimnya raja-raja Gowa pada zamannya. Demikian halnya dengan Balla' Lompoa Bantaeng, merupakan tempat bermukim para raja Bantaeng dahulu kala. Salah satu obyek wisata yang dapat dikunjungi para wisatawan bila berkunjung ke Bonthain.Balla' Lompoa berarti Rumah (Balla') Besar (Lompoa/Lompoa). Layak disebut besar karena ukurannya yang terbilang amat besar dibandingkan rumah lainnya. Mungkin saat ini tidak patut lagi disebut besar karena telah banyak bangunan/rumah yang lebih besar dari Balla' Lompoa. Namun, di zamannya tidak ada yang mampu menyaingi kebesarannya.Ukurannya mencapai 1.617 Kilometer persegi, jumlah tiangnya pun tak lazim. Puluhan tiang menyangga rumah tersebut menjadikannya lebih besar dan tinggi dibanding bangunan disekitarnya. Kemegahannya mencerminkan kekuasaan yang dipegang sang raja.Balla' Lompoa di Bonthain banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Kedatangannya tidak sekedar melihat bangunan dari luar. Namun, lebih untuk melihat peninggalan apa saja yang tersimpan di rumah tersebut. Banyak barang bersejarah peninggalan Raja-raja Bantaeng masih tersimpan rapi disana. Misalnya Badik, Selendang, Gong, Guci, Lipa' (Sarung), Alat Dapur, Tempat Tidur, Pedang dan sebagainya.Keseluruhan alat dimaksud dijaga dengan baik oleh seorang Pinati (Penjaga) yang ditugaskan oleh pewaris kerajaan. Pinati ini semacam Sejarahwan yang mengetahui benar seluk-beluk sejarah Bonthain, termasuk kisah Balla' Lompoa dan isinya. Oleh pihak pewaris kerajaan, tiap tahunnya dilakukan pencucian benda-benda pusaka. Kegiatan ini lazim disebut dengan Accera' Kalompoang.Bila anda berniat berkunjung ke Bonthain, mampirlah sejenak di Balla' Lompoa sebelum mengunjungi obyek wisata lainnya. Letaknya di Jl. Dr. Ratulangi Kelurahan Letta Kecamatan Bantaeng. Amat mudah menemukannya karena lokasinya amat strategis di lintasan poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba.
http://bonthain.blogspot.com/2010/03/balla-lompoa-in-bonthain.html
Program Beras untuk Keluarga Miskin (RASKIN) Tahun 2010 di Bonthain diluncurkan hari ini. Launching dibuka Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) sekaligus melepas sejumlah kendaraan roda 4 yang mengangkut beras. Beras tersebut segera didistribusikan ke masing-masing Desa/Kelurahan pada 8 Kecamatan di Bonthain.Tujuan Program ini yakni untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan/pokok dalam bentuk beras. Sasarannya adalah berkurangnya beban pengeluaran 17.713 KK Rumah Tangga Miskin di Bonthain berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantaeng, melalui pendistribusian beras bersubsidi sebanyak 13 Kg/KK/Bulan, untuk bulan Januari s/d Desember 2010 di titik distribusi.Kepala Sub Divre PERUM BULOG Wilayah V Bulukumba menguraikan bahwa Subsidi Pemerintah terhadap beras diharapkan mampu menekan angka kemiskinan di Indonesia pada umumnya. Beras yang dihargai Rp 4.000,- hingga Rp 6.000,-/Kg di pasaran, oleh masyarakat penerima RASKIN hanya dihargai sebesar Rp 1.600,-/Kg. Sehingga dengan subsidi tersebut, masyarakat dapat membelanjakan duitnya pada kebutuhan lainnya.Mengingat tingkat kemiskinan yang masih terbilang tinggi di Indonesia, Pemerintah Sulawesi Selatan membuat sebuah kebijakan dalam rangka Mengurangi Angka Kemiskinan sebesar 10% per-tahun. Seluruh Kabupaten di Propinsi berjuluk Ayam Jantan dari Timur ini, siap mewujudkan target tersebut. Sehingga nantinya tiap tahun akan terjadi penurunan jatah RASKIN untuk masing-masing daerah di SulSel.Data Tim Raskin menyebutkan :1. tahun 2008 quota beras sebanyak 3.039.755 Kg/KK/bln2. tahun 2009 quota beras sebanyak 3.660.120 Kg/KK/bln3. tahun 2010 quota beras sebanyak 2.763.228 Kg/KK/bln4. jumlah RTM 2008 sebanyak 22.517 KK5. jumlah RTM 2009 sebanyak 20.344 KK6. jumlah RTM 2010 sebanyak 17.713 KK7. jatah beras per-KK tahun 2008 sebanyak 15 Kg8. jatah beras per-KK tahun 2009 sebanyak 15 Kg9. jatah beras per-KK tahun 2010 sebanyak 13 KgNah, bagaimana mengantisipasi terjadinya penyelewengan atau pun oknum nakal di lapangan. Tim Bonthain sempat mempertanyakan hal tersebut, Tim Raskin menyatakan bahwa telah dibentuk UNIT PENGADUAN MASYARAKAT. Unit ini bertugas menerima pengaduan masyarakat terhadap pelaksanaan Program RASKIN yang dilakukan oleh masing-masing instansi sesuai bidang tugasnya secara berjenjang. Maksud dari kata berjenjang dalam konteks kalimat sebelumnya bahwa masing-masing masalah yang muncul akan ditangani bagian tertentu. Permasalahan data akan ditangani pihak BPS dan masalah pendistribusian akan ditangani pihak BULOG. Sedangkan Pengaduan Masyarakat ini dipusatkan di Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bantaeng.Harapan semua pihak agar ke depannya, kemiskinan dapat lebih ditekan. Sehingga kehidupan masyarakat lebih makmur dan berkecukupan.
http://bonthain.blogspot.com/2010/03/launching-raskin-2010.html
Awal tahun 2010 ini, masyarakat Bonthain dimanjakan dengan musim panen buah. Banyak buah-buahan disajikan di pasar. Sebut saja Durian, Langsat, Rambutan dan rekan-rekannya. Buah ini begitu memasyarakat, betapa tidak jumlahnya luar biasa banyak di saat musim panen berlangsung tiap tahunnya.Saking banyaknya, sebagian pedagang mencari teknik tertentu guna dapat bersaing dengan pedagang lainnya. Persaingan sehat dan lebih kreatif dibutuhkan disini. Antara lain dengan menjajakan dagangannya keliling kota. Masuk lorong-lorong sempit dan mendatangi kompleks perumahan menjadi ciri pedagang tersebut. Media yang digunakan seperti Sepeda, Motor, Becak/Tiga Roda bahkan ada pula yang menggunakan Mobil.Berbagai jenis buah disiapkan agar pelanggan dapat memilih sesuai kebutuhan. Kreatifitas pedagang ini menarik perhatian masyarakat. Pembeli tidak harus mendatangi pasar dan bernegosiasi dengan penjual untuk mendapatkan buah kesukaannya. Cukup mencatat dan mengingat jadwal lewatnya di lorong depan rumahnya. Saat itulah pedagang akan berhenti dan menjajakan dagangannya. Harganya pun tidak terlalu mahal, pedagang mengistilahkan "Yang penting cukup mengganti biaya kedatangan kami kesini,. Sedangkan keuntungannya tetap mengacu pada standar keuntungan pedagang yang ada di pasar".Dapat ditaksir biaya yang dikeluarkan jika pembeli harus ke pasar. Ongkos kendaraan Pulang Pergi dapat menguras budget pembelanjaan, sementara yang akan dibeli hanya sekiloan Langsat. Dengan pedagang keliling ini, biaya dapat ditekan.Setelah mempertimbangkan beberapa hal tadi, kita tinggal memilih langkah mana yang mesti diambil. Namun, patut pula diperhitungkan kualitas buah yang akan dibeli. Jangan terlalu fokus pada harga semata, sementara kualitas diabaikan. Kualitas penting dalam menentukan seberapa besar kalori yang akan dihasilkan dengan menyantapnya.
http://bonthain.blogspot.com/2010/03/langsat-dan-rekannya-diarak-keliling.html
Olah raga di Bonthain terus dipacu agar lebih meningkat. Dukungan Pemerintah dalam bidang ini patut diacungkan jempol. Berbagai upaya dilakukan agar para atlit di Butta Toa mampu bersaing dengan daerah lainnya dalam peningkatan prestasi di bidang olah raga.Tak sia-sia dukungan yang diberikan Pemerintah. Atlit Pencak Silat Bonthain kembali mempersembahkan oleh-oleh berharga sekaligus mengharumkan nama Bonthain. Kesempatan ini diperoleh saat bertanding di Kejuaraan Karate Nasional yang dilaksanakan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Kapolri di Jakarta Januari lalu. Gelar juara pun diraihnya, masing-masing :Juara I Komite + 70 Pa TNI/POLRIJuara III Komite + 84 Pa UmumDengan menjuarai turnamen Inkanas di Jakarta, Bonthain berhasil memboyong 2 medali emas, 3 medali perak dan 2 medali perunggu. Turut pula meloloskan seorang Wasit Karate Nasional atas nama Drs. Syarifuddin.Prestasi luar biasa untuk daerah yang amat kecil di bagian selatan Propinsi Sulawesi Selatan. Pemerintah Daerah Bonthain memberikan selamat kepada para atlit. Demikian disampaikan Bupati Bantaeng dan Ketua KONI Bantaeng saat menerima kedatangan atlit di Kantor Bupati Bantaeng.Semoga tidak sampai disini saja, namun semangat kemenangan harus hadir di hati para atlit. Dengan semangat ini, diharapkan prestasi dapat ditingkatkan nantinya. Ddukungan Pemerintah dalam peningkatan kualitas olah raga di Bonthain pun harus ditingkatkan.
http://bonthain.blogspot.com/2010/03/gold-medal-for-karate-bonthain.html
Bertarung di tingkat internasional, Bonthain menorehkan lagi satu prestasi besar setelah menang di Srilanka. Petenis junior nasional asal Bantaeng, Nur Adim Ramdani (panggilan Adim) bersama 2 rekan lainnya masing-masing (Wisnu Adi Nugroho (Tegal) dan David Manoah (Jakarta) di ajang Pra Kualifikasi Davis Cup Junior Asia Pasifik yang digelar di Srilanka, 22-27 Pebruari 2010, meraih gelar juara dan lolos ke babak Kualifikasi Davis Cup Junior Asia Pasifik yang akan digelar pada bulan April 2010 di Malaysia. Ini membuktikan, bahwa semangat dan jiwa merah putih Adim Cs, dibuktikannya.Keberhasilan Adim Cs, disambut gembira oleh berbagai pihak. Terkhusus pengelola Bantaeng Tennis Camp (BTC) bersama Iswan Nurdin selaku pelatih dan orang tua Adim, yang mendidik lebih awal yang selanjutnya berlatih dan camp di Cibubur Tennis Camp sejak Maret 2008 yang lalu.Pada babak Pra Kualifikasi ini diikuti oleh 9 negara, diantaranya Indonesia, Srilanka, Arab Saudi, Singapura, Malaysia, Kazakstan, Bangladesh, Siria dll. Tim Davis Cup Junior Indonesia ini berhasilmengalahkan masing-masing Negara Arab Saudi (3-0), Siria (3-0), Srilanka (3-0), Bangladesh (3-0), Kazakstan (3-0). Dari hasil Pra Kualifikasi ini, maka Tim Davis Junior Indonesia lolos ke Babak Kualifikasi yang diikuti 16 negara Asia Pasifik dan akan digelar pada bulan April 2010 di Malaysia. Adim memang memiliki kualitas permainan yang sangat bagus, fisik dan postur tubuh yang memungkinkan untuk dicetak menjadi atlet tennis dunia masa depan. Apalagi prosfektifnya, bahwa berdasarkan hasil Rakernas Pelti 2010 beberapa waktu lalu di Jakarta memutuskan untuk menyetujui batasan usia atlet peserta PON di usia 21 tahun, keputusan ini diambil setelah melalui adu argumentasi yang alot.Prestasi Adim, terbilang menjulang setelah berdomisili di Kabupaten Bogor sejak Maret 2008 yang lalu, dimana perhatian dan bimbingan dari pelatih nasional, Ardy Rivali, sehingga Adim memiliki kematanganbermain yang sangat bagus.Sebagai Pengelola Bantaeng Tennis Camp, merasa bangga karena Adim telah mampu mempersembahkan yang terbaik untuk negeri dan nama daerah Bantaeng. Kini, Bantaeng Tennis Camp akan mempersiapkan beberapa petenis junior putra dan putri terbaiknya untuk bertandimg di ajang Pra Porda 2010 dan Porda 2010 di Kabupeten Pangkep. Dimana visi Bantaeng Tennis Camp adalah Menuju Prestasi Dunia, lambat tapi pasti ternyata segera terwujud.
http://bonthain.blogspot.com/2010/03/menang-di-srilanka.html
Seiring waktu terus berjalan, perkembangan kota pun terus menampakkan dirinya. Pembangunan di sana sini, tentulah amat berpengaruh pada peningkatan kebutuhan akan tempat tinggal yang layak. Tenaga kerja mengisi ruang-ruang kerja di berbagai bidang. Kebutuhan rumah makin besar, terlebih bagi mereka yang berasal dari luar kota dan harus mengabdi di Bonthain.Kedatangannya tanpa membawa serta rumahnya, maka dengan sendirinya akan mencari tempat tinggal selama mereka mengabdi di Bonthain. Peluang ini ditangkap oleh para pengembang. Dibangunlah beberapa rumah tinggal sekaligus Rumah Kost di sudut-sudut kota Bonthain. Tak ketinggalan pengembang lokal, mendirikan Perumahan dengan fasilitas pendukung yang lebih layak di dalamnya.Saat ini sedang dibangun sebuah kompleks perumahan yang dinamai "Perumahan Puri Taman Lembang" oleh CV. Bantaeng Putra. Diperkirakan bulan berikutnya telah dapat difungsikan oleh para pembeli yang telah mendaftar lebih awal. Letaknya tak jauh dari kompleks perkantoran Pemerintahan Bonthain yakni di Jl. Arakeke (Belakang Stadion Mini Lamalaka Bantaeng), Kelurahan Lembang Kecamatan Bantaeng. Di samping itu, pengembang lainnya pun sedang mempersiapkan rencana pembangunan Perumahan di tempat berbeda. Letaknya di Sasayya, Kelurahan Bonto Sunggu Kecamatan Bissappu. Lokasi ini pula telah berdiri lebih awal 3 perumahan lainnya dari pihak pengembang yang berbeda. Jadi, nantinya genap 4 perumahan di lokasi yang sama. Rencana ini telah disampaikan pihak pengembang kepada Tim Penanaman Modal Kabupaten Bantaeng.Demikian halnya di Kelurahan Bonto Atu Kecamatan Bissappu. Tepatnya di Kampung Beru, sementara perampungan Griya Bonto Atu yang dibangun di atas lahan seluas ± 3 Ha.Kota yang amat kecil, namun dengan suburnya Real Estate tumbuh dimana-mana. Hal ini mencerminkan bahwa kebutuhan akan perumahan amatlah besar. Sehingga akan memacu tingkat perekonomian ke arah yang lebih maju.
http://bonthain.blogspot.com/2010/03/real-estate-have-become-increasingly.html
Keberadaan Bonthain kini patut diperhitungkan di mata para pelaku ekonomi. Demikian disampaikan Unit Manager ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) yang dilaunching hari ini di Bonthain. ULaMM merupakan salah satu Unit Layanan milik PNM (Permodalan Nasional Madani). PNM sendiri dikenal sebagai salah satu Perusahaan Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Bantuan Modal untuk Usaha Kecil dan Menengah.Menurut Unit Manager ULaMM yang kerap disapa bang ANTO, Bonthain dipilih sebagai Base Camp berdasarkan pertimbangan yang matang. Berbagai survey telah dilakukan pihak Management di pusat (Jakarta), sehingga kota Butta Toa dijadikan pilihan utama dari beberapa kota lainnya yang kami usulkan. Kembali beliau mengungkapkan kepada Ambae.exe yang telah akrab lebih awal sejak survey daerah sementara dilakukan. Kami mengusulkan beberapa kota, yakni Maros, Bulukumba, Sinjai dan Bantaeng. Namun, oleh kantor pusat PNM di Jakarta dengan penuh percaya diri dan keyakinan yang lebih memilih Bantaeng atau lazim disebut Bonthain sebagai pusat kegiatan kami di Sulawesi Selatan. Sedangkan ketiga daerah lainnya akan menjadi daerah pendamping dari Bonthain.Alasan PNM yang memposisikan Bonthain pada status tersebut antara lain dengan melihat potensi yang ada. Potensi berupa tingkat perekonomian yang luar biasa pada skop daerah terkecil di Propinsi Sulawesi Selatan. Luas wilayah ternyata tidak membuat Bonthain menutup diri dengan kemajuan ekonomi yang disandangnya. Sebut saja berbagai Mega Proyek yang lagi gencar-gencarnya dibangun di kota ini, seperti Bonthain Beach Hotel, Industri Pengolahan Ikan, RSUD Prof. DR. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng, Pabrik Infus, Depot LPG, Pelabuhan dan lain sebagainya.Keberadaan industri dan usaha berskala besar tersebut tanpa disadari masyarakat, ternyata telah memacu tingkat keinginan masyarakat Bonthain untuk membuka usaha lainnya yang mengikuti perkembangan yang ada. Usaha Kecil Menengah yang lagi gencar-gencarnya lahir dan tumbuh di Bonthain antara lain Usaha berbasis Teknologi/Internet (Provider Cellular, Warnet, iCafe, Hotspot, Kopinet dll), Restaurant, Perumahan, Perbengkelan, Pertanian/Perkebunan, Jasa Catering, Pariwisata, Swalayan/Mini Market dan masih banyak lagi.Sepertinya masyarakat semakin tahu dan paham akan apa yang akan terjadi selanjutnya di kota ini. Sehingga sejak sekarang mesti diikuti perkembangan tersebut di kelas bawah hingga menengah. Hal ini menjadi faktor utama komandan di pusat memilih Bonthain sebagai Base. Mengulang kata-kata Pimpinan Utama PNM di pusat, bang ANTO berucap seperti ini :Kemajuan seperti itu mesti diikuti secepatnya sebelum terlanjur jauh. Kita jangan bermain belakangan, namun raihlah kesempatan yang ada saat ini sebagai motivasi untuk mengejarnya. Mengejar tidak berarti harus menyamainya, melainkan mengisi kekosongan pada sisi lainnya.Nah...rekan BLOGGER, seperti diungkapkan sebelumnya oleh Tim Bonthain yang mendapat amanah dari Ambae.exe untuk mempublikasikan ini ke segenap penghuni dunia maya. ULaMM dibawah naungan PNM, bergerak di bidang bantuan Modal. Kehadirannya di Bonthain dan wilayah sekitarnya seperti Bulukumba di bagian Timur dan Jeneponto di bagian Barat, menyediakan kredit Modal Usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah. Dengan suku bunga ringan, ULaMM menjanjikan proses cepat dalam pelayanan penyaluran dana kepada masyarakat.Anto menyampaikan bahwa calon Debitur akan dilayani dalam waktu relatif cepat hingga dananya cair. Waktu yang dibutuhkan berkisar antara 3 s/d 5 hari. Proses begitu cepat dengan kemajuan teknologi saat ini. Namun, beliau menambahkan bahwa pelayanan secepat itu berlaku bagi pengusaha yang benar-benar memiliki usaha berjalan bukan fiktif dan sekedar cerita belaka. Mengingat ini berhubungan erat dengan Money, kita akan dihadapkan pada proses pengembalian dana nantinya. Bagi debitur dengan usaha berjalan, tentunya akan mudah mengembalikannya. Sementara bilamana usahanya fiktif belaka, yang repot nantinya adalah pihak Kreditur, tuturnya.Rekan Blogger yang berminat memajukan usahanya baik Usaha Kecil maupun Menengahdapat menghubungi Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM)Kantor Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM)Jl. Kompleks Pasar Baru BantaengTelepon 0413-23060HP. 085 242 275 074(An. Jaya)
http://bonthain.blogspot.com/2010/03/ulamm-choose-bonthain-as-base.html
Setelah menjelajah kemana-mana, Alhamdulillah tercapai sudah puluhan artikel bernuansa Djarum Black Blog Competition Vol. 2, tiba saatnya Black Community and Black In News of Bonthain menutup artikel tersebut dengan sebuah Daftar yang komplit. Namun tidak menutup kemungkinan masih akan berlanjut artikel serupa di masa mendatang. Mengingat artikel yang disajikan bukan untuk mengejar kemenangan semata, melainkan lahir dalam diri Penulis untuk mempublikasikan Bonthain di mata dunia untuk dapat berkunjung suatu waktu.Penutupan ini sebagai bagian dari Syarat dan Ketentuan Kompetisi. Adapun tiap artikel tersebut memuat Keyword yang diwajinkan oleh pihak Djarum Black. Keyword dimaksud sebagai berikut :1. Djarum Black2. Djarum Black Menthol3. Djarum Black Slimz4. Djarum Black Slimznation5. Djarum Black Motodify6. Djarum Black Night Slalom7. Autoblackthrough8. Autoblackthrough goes to campus9. Blackinnovationawards10. Blackinnovationawards goes to campus11. Black In News12. Black Car Community13. Black Motor Community14. Black CommunityNah, artikel mana saja yang memuat Keyword di atas, ini dia sobat BLOGGER :1. Djarum Black Blog Competition Vol.22. Seaweed Potential Bantaeng3. Forest City, the lungs of Butta Toa4. Will a Better Tomorrow5. Hospital Modernization6. Combined SAR team shifted to Jeneponto7. Voucher worth Rp 90 million8. Agriculture prize9. Straw Fermentation10. Three countries want to develop Bantaeng11. Pertamina Gas Cylinder For in Bantaeng12. Bantaeng Tennis Wins again13. Toyota Motor Corp. Ehime. help Bonthain14. Bantaeng anniversary of the 75515. pa'pauna tau Mangkasara ka16. 7 Pertama - BGallery Band17. Legiun Veteran Republik Indonesia to 53 years18. be careful...Antisipasi Bencana Alam19. Application Of Technology To Accelerate Development20. Investment and Trading Potencies and Opportunities21. Jagung dan Rumput Laut Bantaeng diminati Malaysia22. Struktur SKPD Kabupaten Bantaeng (part. 1)23. Struktur SKPD Kabupaten Bantaeng (part. 2)24. Struktur SKPD Kabupaten Bantaeng (part. 3)25. Pengumuman Penerimaan SK bagi CPNS Formasi 200826. be Delayed for a Several Time27. Voting Djarum Black Blog Competition Vol.2 belum dibuka...28. Trucks are Black List in City29. Congratulations For the New Employees30. Seruni of Culinary on Bonthain31. Bonthain Beach Hotel32. Zona Selamat Sekolah33. Bantaeng GREEN34. Loka Camp (Resort & Outbound)35. COMING SOON...Hospital in Seruni36. Lamalaka Beach and Park37. Layanan Izin di Bonthain38. Struktur Setkretariat Daerah Kabupaten Bantaeng39. SEPEDA without Motor40. Strawberry in Muntea41. Petenis Junior Asal Bonthain ke Srilanka42. Profil Bantaeng Tennis Camp43. Struktur Setkretariat DPRD Kabupaten Bantaeng44. Coto Mangkasara' in everywhere45. Warung Bawakaraeng46. Matic Motor of Bonthain47. Gong Xi Fa Chai 2010 in Bonthain48. Citra Satelit Google Earth yang Baru for Bonthain49. 3 Indonesia bakal hadir di Bonthain50. Prime Export of Surimi-Gate To The World51. Bissappu Waterfall52. Beautiful Nature in Eremerasa53. Catalog of Djarum Black Blog Competition Vol.2Selain pada artikel ini, Daftar serupa dapat dilihat dengan mengunjungi Menu Event, Sub Menu Djarum Black Blog Competition Vol.2 pada blog BonthainRekan-rekan BLOGGER yang telah banyak mendukung, memberikan support, do'a dan semangat. Segenap Black Community and Black In News of Bonthain mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Penilaian akan dimulai dari tanggal 01 s/d 31 Maret 2010. Sementara Voting masih berlangsung hingga tanggal 31 Maret 2010 sejak dibukanya tanggal 01 Februari 2010 yang lalu. Voting ke blog Bonthain dapat dilakukan di http://www.autoblackthrough.com/blogcompetition/index.php?page=voteform&id=904. Semoga harapan rekan-rekan dapat berbuah pada hasil yang maksimal dan menggembirakan.Terima kasih kepada Tim Djarum Black yang telah memberi kesempatan kepada Black Community and Black In News of Bonthain untuk ikut serta bertarung dalam kompetisi tersebut. Salam sukses pula terkirim buat rekan Blogger sejagad maya. SALAM BLOGGER sobat, BRAVO...!!!
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/catalog-of-djarum-black-blog.html
Lokasinya tidak sejauh menempuh perjalanan menuju Loka Camp. Hanya dengan jarak 16 Km dari pusat kota Bonthain, obyek wisata yang satu ini dapat kita kunjungi. Permandian Alam Eremerasa merupakan obyek wisata bernuansa alami. Naturalisasi yang ditampilkan disana berupa kawasan permandian yang dikelilingi pepohonan hijau nan rimbun. Suara burung berbagai jenis terdengar berkicau dimana-mana. Di samping itu suara gemuruh air sungai yang tak jauh dari lokasi permandian pun ikut menambah riuhnya suara alam. Suara tersebut mampu menenggelamkan suara gemuruh kendaraan bermotor yang selalu berdenging di telinga kita, khususnya penghuni kota yang selalu ramai. Hening tanpa gangguan suara pabrik dan sebagainya. Suasana ini langsung mempengaruhi para pengunjung untuk melupakan sejenak beban pikiran selama sepekan dalam menjalani aktifitasnya.Sabtu berlalu, bukan berarti minggu sudah terlambat. Dengan mengendarai Black Car Community, Black Community and Black In News of Bonthain pun mengunjungi salah satu obyek wisata di Desa Kampala Kecamatan Eremerasa Kabupaten Bantaeng. Namun, wisatawan dapat pula mengunjunginya dengan mengendarai Black Motor Community maupun Angkutan Umum seperti Pete'-pete', Bendi dan Ojek. Permandian Alam Eremerasa dapat ditempuh dalam waktu ± 20 menit perjalanan. Letaknya berada di bagian Utara Kota Bonthain pada posisi tengah (antara ujung Timur dan ujung Barat). Di perjalanan menuju obyek ini, wisatawan akan melewati sawah dan kebun nan luas menghampar begitu hijau, elok dipandang mata. Pada wilayah utaranya nampak Kaki Gunung Lompobattang lebih hijau lagi berselimut kabut tebal dari kejauhan.Manfaatkan akhir pekan yang lebih ceria dengan berkunjung ke Permandian Alam Eremerasa. Disediakan kolam dengan berbagai pilihan, mulai untuk kalangan anak-anak hingga dewasa. Bagi pengunjung yang tidak mahir berenang, disediakan Ban Dalam sebagai media pembantu menelilingi Kolam yang luas dengan berbagai tingkat kedalaman.Dari mana airnya, ini yang menarik. Sumber air so dekat....................si Bolang kembali berucap.Kolam yang luas dengan beribu-ribu meter kubik air didalamnya, tentu membutuhkan air yang banyak dan pastinya air tersebut harus lancar. Ternyata air berasl dari akar-akar kayu yang berada disekitarnya. Ini yang menjadi alasan utama, kenapa pepohonan disekitarnya tidak ditata dengan rapi. Dalam artian kenapa pohon yang posisinya menghalangi jalan justru masih dibiarkan seperti itu. Cek and Ricek, tiap pohon mengeluarkan air yang kemudian dialirkan melalui pipa besar ke tiap kolam. Air melimpah ruah saat kemarau panjang datang. Bahkan lebih hebatnya lagi, air meluap lebih besar dengan debit air tidak biasanya dari dasar pohon tersebut. Pohon yang berada pada kemiringan bukit di bagian utara kolam memancarkan air dan menciptakan banjir yang indah. Kenapa dikatakan indah, banjir ini tidak sampai membahayakan pengunjung. Airnya mengalir di lereng bukit sehingga lereng tersebut nampak menjadi lautan yang tidak datar seperti layaknya air di laut lepas.Apa saja yang dapat dinikmati di kawasan Permandian Alam Eremerasa...???Selain berenang dan berendam di dalam kolam, di sekitar area kolam berjejer Kios Makanan yang menyajikan berbagai makanan tradisional. Antara lain :1. Sanggara' Loka Bambang2. Gogoso'3. Bayao Le'ba Pallu4. Sanggara' Lame Kayu 5. Lammang6. Cucuru'7. Garoncong8. Ka'do' Boddong9. Nasi Kuning10. Pisang Epe'Di bagian lainnya, para pengunjung dapat melakukan Autoblackthrough goes to campus dengan menuruni bukit di bagian Timur Kolam. tak jauh dari kolam, terdapat sungai luas yang mengalir hingga ke laut. Sungai ini merupakan salah satu dari 9 sungai besar yang kesemuanya mengalir menuju pusat kota Bonthain. Kesembilan sungai tersebut menjadi pemicu terjadinya banjir tiap tahunnya dan banjir besar tiap 5 tahun di Bonthain.Sungai Calendu namanya, air dari kolam yang ada di kawasan Permandian Eremerasa otomatis terbuang limbahnya ke sungai tersebut sehingga tidak merepotkan sirkulasi air di kawasan obyek wisata ini.Bagian lain yang menarik adalah tempat ini sering dijadikan lokasi latihan pengembangan diri selain di Loka Camp. Black Community seperti Kelompok Pecinta Alam (KPA), Search and Rescue (SAR) dan Relawan lainnya melakukan Latihan Evakuasi Vertikal seperti Rafling, Lifting dan Flying Fox.Banyak manfaat dengan keberadaan mata air Ermerasa di daerah ini. Manfaat lainnya disamping dijadikan Obyek Wisata adalah :1. Menjadi sumber air untuk dikonsumsi keseluruhan masyarakat Bonthain melalui pengelolaan yang dilakukan pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)2. Menjadi bahan baku pembuatan Air Mineral seperti AIR QITA, AQUADAENG dan AIR VITA. Air mineral ini menjadi kebanggaan orang Bonthain, karena telah merambah pansa pasar nasional. Telah dibuktikan saat kunjungan kerja Black Community and Black In News of Bonthain di Jakarta dan Makassar, produk ini banyak beredar khususnya di Hotel-hotel terkenal di Jakarta dan Makassar. Sementara untuk wilayah Makassar dan sekitarnya, produk ini lebih memasyarakat lagi dibanding produk lainnya.
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/beautiful-nature-in-eremerasa.html
Sabtu tiba, insan sedunia pun segera menyusun jadwal untuk mengisi akhir pekan yang lebih ceria. Sebagian telah menyusun dan menyiapkan rencana sedari awal, sehingga hari ini mereka langsung Blackinnovationawards goes to campus ke lokasi wisata. Akan mengasyikkan tentunya jika dapat mengisi akhir pekan dengan ceria. Setelah bergelut dengan rutinitas masing-masing sejak Senin hingga Sabtu, terbayar sudah penat itu.Cara membayarnya pun berbeda-beda, tergantung selera dan hobi masing-masing individu. Kali ini Black Community and Black In News of Bonthain mengajak rekan BLOGGER untuk mengunjungi salah satu obyek wisata di Bonthain.Air Terjun Bissappu terletak di sebelah barat kota Bonthain. Bertolak dari pusat kota Bonthain, Bissappu Waterfall dapat ditempuh dalam waktu ± 10-15 menit perjalanan. Sama halnya dengan obyek wisata lainnya di kota Butta Toa ini, wisatawan dapat mengunjunginya dengan mengendarai Black Car Community (roda 4) atau Black Motor Community (roda 2). Jaraknya yang lumayan dekat, ± 5 Km memudahkan management waktu perjalanan pulang nantinya. Akses menuju lokasi, pengunjung akan melewati jalanan berkelok. Wisatawan akan dimanjakan dengan rimbunnya pohon jati di kedua sisi jalan hingga pusat obyek wisata tersebut.Bagaimana dengan para wisatawan yang tidak memiliki kendaraan...???Wisatawan dapat menggunakan jasa Rental Mobil yang banyak disiapkan di Bonthain. Dapat pula dengan menggunakan kendaraan Angkutan Umum, antara lain Pete'-pete', Ojek dan Bendi.Air Terjun Bissappu masuk dalam wilayah Administratif Desa Bonto Salluang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng (Bonthain). Setibanya di lokasi tersebut, pengunjung harus menuruni tangga batu yang jumlahnya ribuan anak tangga yang berujung di sekitar bibir air terjun.Menikmati liburan keluarga di tempat ini begitu mengasyikkan. Bersama keluarga, teman dan rekan kerja, dapat mencicipi makanan khas Makassar yakni Gogoso' dan Bayao Le'ba Pallu (lihat KAMUS Bahasa Makassar-Indonesia). Atau mungkin dengan membawa sendiri makanan dari rumah dan menyantapnya di atas Gazebo yang telah disediakan disana.Selain menikmati makanan, wisatawan dapat berendam di sekitar bibir air terjun atau pun di tempat lainnya di sungai yang lebarnya mencapai ± 50 M.Rekan-rekan mungkin telah banyak mengunjungi obyek air terjun di Indonesia maupun di luar Nusantara kita ini. Di lokasi ini, pengunjung dapat mendekat dan berendam di sekitar bibir air terjun. Air yang jatuh dari atas menyebar di sekitar bibir air terjun. Selanjutnya air tersebut tidak langsung muncul mengalir ke sungai, melainkan muncul ke atas permukaan setelah melewati tumpukan batu yang besar pada jarak ± 50-70 M. Meski demikian, patut menjadi perhatian agar tidak terlalu dekat ke dalamnya. Ya namanya air terjun, air jatuh pada ketinggian lebih dari 100 M. Kekuatan yang luar biasa diciptakan air terjun ini. Bahkan investor Belanda telah meliriknya untuk menanamkan investasinya disini. Rencananya akan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Air. Mungkin pula Pemerintah punya rencana lain dengan obyek ini, yang jelas hingga saat ini masih digunakan sebagai obyek wisata.Harapannya, lingkungan di sekitar obyek tersebut tetap terjaga kelestariannya. Betapa tidak, pengrusakan di lokasi obyek wisata telah banyak terjadi dimana-mana. Semoga di lokasi tersebut tidak demikian halnya.Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah yang menjadi pengelola tempat ini melalui Dinas Pariwisata, tetap giat bersosialisasi agar pengunjung dapat menjaga kebersihan dan kelestarian di dalamnya.
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/bissappu-waterfall.html
Strategis, kata ini dapat disandang kota Bonthain. Letaknya yang berada di ujung Utara Laut Flores menjadikan kota ini amat strategis sebagai daerah yang memiliki potensi perikanan dan kelautan yang cukup menjanjikan. Apa yang dijanjikan BONTHAIN.................? Black Community and Black In News of Bonthain akan mengulas sedikit informasi berkaitan dengan hal tersebut.Bersamaan dengan Pencanangan Bonthain Beach Hotel di Kawasan Revitalisasi Pantai Seruni Bantaeng, turut pula diresmikan industri lainnya di Kecamatan Pa'jukukang. Industri Pengolahan Ikan milik investment PT. Global Seafood International Indonesia diresmikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan sejak didirikan tahun 2008 dan mulai beroperasi akhir 2009.Peresmian tersebut ditandai dengan Penadatanganan Prasasti oleh Bapak r. H. Agus Arifin Nu’mang (Wakil Gubernur Sulawesi Selatan) dan Bapak Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M. Agr(Bupati Bantaeng). Pemecahan Kendi pada salah satu Black Car Community pun menandai Pelepasan Ekspor Perdana Hasil industri dimaksud.PT. GLOBAL SEAFOOD INTERNATIONAL INDONESIA (GSII) merupakan kombinasi dari dua negara yaitu Indonesia dan Jepang, dengan komposisi tenaga yang berpengalaman menangani hasil laut, terutama surimi, dari Jepang serta tenaga-tenaga manajemen yang berasal dari Indonesia. Dengan kombinasi seperti ini diharapkan PT. GSII akan dapat berkembang dengan signifikan. Produk utama PT. GSII adalah SURIMI atau ikan giling yang berbahan dasar dari ikan merah jenis Kurisi atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan Itoyori. Pasar produk surimi PT. GSII adalah Jepang, Korea dan Hongkong. Pasar Eropa dan Amerika merupakan target pasar selanjutnya seiring dengan berkembangnya PT. GSII. PT. GSII memiliki motto GATE TO THE WORLD, motto ini menggambarkan keinginan kuat dalam memasarkan produk ke seluruh dunia.Industri berskala internasional ini terletak di Jl. Poros Bantaeng–Bulukumba Km. 131, Desa Pa’jukukang, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.Nilai investasi yang terbilang besar ditanamkan investor Jepang pada industri tersebut, yakni sebesar 4o milyar rupiah. Namun, hasilnya pun bukan skala kecil. Bahan Baku yang dibutuhkan berupa ikan merah jenis Kurisi sebanyak 900 ton/ bulan, Sorbitol sebanyak 12 ton / bulan dan Gula sebanyak 12 ton/bulan. Dari bahan-bahan yang dikerjakan sebanyak 1.000 orang pekerja ini, dalam sebulan mampu diproduksi Surimi ± 300 ton/bulan atau setara dengan 15 Black Car Community (container) per bulannya.Kehadiran industri besar di kota yang sangat kecil ini ternyata mampu mengubah banyak hal. Antara lain adalah mengurangi tingkat pengangguran, mempercepat laju perekonomian dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/prime-export-of-surimi-gate-to-world.html
Tim Penanaman Modal Kabupaten Bantaeng kembali menerima investor yang akan menanamkan investasinya di Bonthain. Tim yang juga di dalamnya tergabung Ambae.exe sebagai salah satu anggotanya, kepada Black Community and Black In News of Bonthain memberikan beberapa informasi mengenai hasil pertemuan antar Tim dan Investor pada hari Rabu tanggal 24 Pebruari 2010.Hutchison CP Telecommunications Indonesia (HCPT) sebagai perusahaan yang mengusung 3 Indonesia akan membangun sebuah fasilitas pendukung jaringan selular di Bonthain. Rencananya akan dibangun di Desa Tombolo Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng, yakni Tower BTS yang akan melayani pengguna selular di Bonthain dan sekitarnya.Pemilihan lokasi tersebut tentunya telah melalui proses panjang dari pihak HCPT, termasuk survey mengenai kekuatan signal dan sebagainya. Adapun Desa Tombolo merupakan salah satu Desa yang berada dalam wilayah Administratif Kecamatan Gantarang Keke. Lokasinya dapat dikunjungi dengan Black Car Community maupun Black Motor Community hanya dalam waktu 15-20 menit dari pusat kota Bonthain. Mengapa demikian...??? tanya BUDI...upzzz maksudnya...Karena Bonthain merupakan kota yang relatif kecil, sehingga untuk mengunjungi daerah terpencil sekali pun tidak membutuhkan waktu yang lama.3 Indonesia selama ini belum menjangkau daerah-daerah di Propinsi Sulawesi Selatan, khususnya Bonthain. Bonthain mendapat kehormatan tersendiri dengan hadirnya 3 yang dalam waktu singkat akan segera beroperasi. Betapa tidak, tiap provider yang masuk di daerah ini, ternyata mendahului daerah lainnya yang lebih dekat dengan Ibukota Propinsi (Makassar). Bonthain berada di urutan keempat dari Makassar setelah melewati Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto. Berbeda dengan Kabupaten Gowa yang berbatasan langsung dengan Makassar di bagian selatannya, tentunya Gowa lebih duluan menikmati tiap inovasi dan teknologi terbaru yang diciptakan.Sebelumnya, provider lain telah masuk dan beroperasi di Bonthain. Antara lain :1. PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk. >>> Telpon Rumah dan Flexi2. PT. Telekomunikasi Selular (TELKOMSEL) >>> Kartu Halo, Simpati dan Kartu AS3. PT. Indonesian Satellite Corporation Tbk. (INDOSAT) >>> Matrix, Mentari, IM3 dan StarOne4. Excelcom (XL) >>> XL Pascabayar dan XL Prabayar5. PT. Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) >>> FrenSedangkan provider dan layanan lainnya yang belum hadir di BONTHAIN, antara lain :1. Hutchison CP Telecommunications >>> THREE2. PT. Natrindo Telepon Seluler >>> AXIS3. PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia dengan Centrin Online >>> Ceria)4. PT. Bakrie Telecom Tbk. >>> Esia)5. PT. Indonesian Satellite Corporation Tbk. (INDOSAT) >>> IM26. Smart Telecom >>> Smart7. PT. Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) >>> Hepi, MobiHarapan Black Community of Bonthain adalah agar semua provider/operator dan layanannya masing-masing dapat Blackinnovationawards goes to campus di Bonthain. Hal ini akan memudahkan orang Bonthain untuk berkomunikasi lebih lancar. Kita ambil satu kasus saja, sering terjadi penurunan kualitas signal jaringan pada salah satu layanan milik provider tertentu di Bonthain. Terjadinya downline signal tersebut akan sangat berpengaruh pada kelancaran akses komunikasi masyarakat Bonthain, baik di dalam area maupun keluar area Bonthain. Dapat dimungkinkan seseorang memiliki banyak SIM CARD, terlebih lagi dengan persaingan antar operator. Dengan demikian pengguna selular dapat beralih sementara waktu ke layanan lainnya andai terjadi downline signal atau apa pun bahasa teknisnya. Paling penting lagi bahwa kota Bonthain akan meraup pendapatan yang lebih besar dengan investasi yang ditanamkan para investor
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/3-indonesia-bakal-hadir-di-bonthain.html
Bonthain, lagi-lagi artikel yang terkait dengan kota kecil berjarak 120 Km arah selatan kota Makassar. Kali ini Black Community and Black In News of Bonthain akan membagi sebuah informasi tentang Bonthain dari sisi mbah Google.Google melalui salah satu layanannya berjuluk Google Earth membuat sedikit perubahan pada image Peta Bonthain. Sejak tanggal 20 Pebruari 2010 (data yang tertera pada aplikasi), menggambarkan bahwa Google telah memperbaharui datanya khsusnya untuk wilayah Bonthain. Setelah sebelumnya image Peta Bonthain bertahan pasif sejak tanggal 04 September 2006, kini imagenya berubah menjadi up to date.Beberapa perubahan drastis yang terjadi hasil Blackinnovationawards goes to campus mbah Google, sebagai berikut :1. Image dasar berupa Peta Bonthain memperlihatkan beberapa titik lokasi baru yang telah ada sejak 2 tahun belakangan yakni Pemecah Ombak di area Pantai Seruni. Sebelumnya pemecah ombak ini tidak nampak di peta, kemudian berlanjut lagi memperlihatkan sedikit saja Pemecah Ombak dari keseluruhan yang telah dibangun.2. Peta lebih kinclong alis lebih terang. Sebelumnya Bonthain yang telah terbuka sejak 04 September 2006 relatif masih tertutup oleh awan.3. Sungai Lembang Cina yang sebelumnya terkikis oleh banjir 5 tahunan yang terjadi tahun 2005. Kini nampak lebih jelas di peta dengan garis berupa Tanggul hasil Pembangunan yang dilakukan pihak Dinas PUK Kab. Bantaeng.4. Ratusan foto telah disetujui pihak GOOGLE dan kini bertengger di atas wilayah daratan, lautan dan pegunungan Bonthain. Foto tersebut diupload oleh Ambae.exe sejak lama sebagai pedoman bagi para wisatawan bilamana akan berkunjung ke BONTHAIN.Point di atas merupakan sebagian yang dapat digambarkan dari hasil Citra Satelit GOOGLE yang baru pada Peta Bonthain. Bagi rekan-rekan Blogger yang akan Autoblackthrough goes to campus ke Bonthain, silakan berpedoman pada Peta teranyar milik mbah Google ini.Untuk lebih lengkapnya, silakan lihat citra satelitnya di Maps.
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/citra-satelit-google-earth-yang-baru.html
Kalender 2010 menetapkan Tahun Baru IMLEK 2561 jatuh pada hari Minggu, 14 Pebruari 2010 (look at Headline News of this Bonthain). Perayaan dilakukan sejak seminggu lalu oleh komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Namun di Bonthain, perayaan tidak hanya berlangsung pada tanggal 14 Pebruari saja.Beberapa pertunjukan masih dilangsungkan. Puncak acara Imlek, menampilkan Barongsai yang dikemas dengan tema Malam Pentas Seni dan Budaya. Kegiatan ini dilaksanakan di Bonthain seperti tahun-tahun sebelumnya dalam rangka apresiasi terhadap komunitas Tionghoa. Betapa tidak, pelaksana kegiatan bukanlah dari kalangan Tionghoa, melainkan kalangan pribumi non Tionghoa. Namun pada pelaksanaannya tetap menjalin kerja sama dengan pihak China Town of Bonthain demi keserasian pada aturan yang ditetapkan. Hal ini dilakukan, demi menjaga ketidaknyamanan yang mungkin timbul bilamana semena-mena melaksanakan kegiatan tersebut. Terlebih lagi karena berhubungan erat dengan agama yang dianut kalangan Tionghoa.Salah seorang pengunjung bertanya pada Black Community and Black In News of Bonthain saat Blackinnovationawards goes to campus BARONGSAI di Gedung Olah Raga (GOR) Mallilingi Bantaeng, tepatnya Sabtu malam tanggal 20 Pebruari 2010. Kenapa tidak dilaksanakan minggu lalu. Seraya Black Community and Black In News of Bonthain membalas dengan jawaban simple, kemungkinan disebabkan pada minggu lalu bertepatan dengan Valentine's Day. Sehingga seluruh Black Community di Bonthain fokus pada kegiatan Hari Kasih Sayang, khususnya kawula muda. Olehnya itu, lebih pas jika dilaksanakan malam minggu kali ini.Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Bantaeng beserta para pejabat dan petinggi lainnya. Sementara Bupati Bantaeng mengantar Konjen Jepang yang telah hadir pada acara Pencanangan Bonthain Beach Hotel.Ramai dikunjungi masyarakat Bonthain, beberapa bagian acara yang mengisi Malam Pentas Seni dan Budaya saat itu antara lain :1. Atraksi Barongsai dari Sanggar Seni Barongsai "Budhi Dharma Shaolin" Makassar2. Tarian dan Drama dari Sanggar Seni Butta Toa3. Puisi dari pelajar Bonthain4. Lantunan Lagu dari Artis Ibukota Propinsi yakni "Ridwan Sau" dan "Udhien Lidears"Keakraban dan keceriaan yang begitu santai dipersembahkan oleh para Presenter/MC pada acara tersebut. MC dibawakan oleh beberapa Remaja yang tergabung ke dalam Black Community Duta Lingkungan, Duta Pariwisata, Dara of Bonthain dan Daeng of Bonthain.Keesokan harinya, dilanjutkan dengan atraksi Barongsai di area China Town of Bonthain. Area ini dikenal dengan pusat Pertokoan Bonthain mulai dari Jl. Mangga sampai Jl. Manggis Bantaeng. Meloncat, berjingkrak dan berputar, beberapa gerakan yang menjadi ciri khas barongsai. Dan lebih hebat lagi, saat dua orang yang menakhkodai Barongsai meraih Angpao yang digantung dari Lantai 2 bangunan Toko. Sekejap saja, Angpao diraih melalui mulut Barongsai. Adapun tiap gerakan Barongsai mengikuti suara gendang yang ditabuh anggota tim Black Community Budhi Dharma Shaolin.Gong Xi Fa CHai...ungkapan ini menandai Tahun Baru Imlek. Pada tahun 2010, kalender China tercatat telah berusia 2561 tahun. Semoga Tahun ini rezeki lebih lancar, harapan ini menjadi do'a bagi kalangan Tionghoa dalam mengarungi Tahun Macan Logam.
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/gong-xi-fa-chai-2010-in-bonthain.html
Kalangan anak muda Bonthain sejak lama menggandrungi organsisasi motor dengan berbagai tipe dan jenis. Antara lain Vespa, Moge, Honda Classic, Motor Matic dan sebagainya. Black Motor Community pun bermunculan dengan mengusung nama-nama yang keren dan penuh cerita didalamnya.Salah satu Black Community yakni Black Motor Community Motor Matic terbilang unik dan penuh kreasi. Betapa tidak, setiap sorenya, komunitas ini dengan lihai mempertontonkan kepiawaiannya melalui atraksi Motor matic di salah satu sudut kota Bonthain.Lokasinya berada di area Pantai Lamalaka. Anggota komunitas ini mampu memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat Bonthain. Mengendarai Motor Matic dengan berbagai gaya ekstrim, tidaklah mudah dibayangkan layaknya mengendarai motor yang sama bagi pengendara awam. Beberapa gaya yang disukai Black Community and Black In News of Bonthain dan pengunjung lainnya yakni :1. Roda depan terangkat/jumping sementara roda belakang berjalan menopang badan motor2. Roda belakang terangkat/jumping sementara roda depan berjalan menopang badan motor3. Roda depan jumping menopang 2 orang yang mengendarai motor tersebut4. Roda belakang jumping menopang 2 orang yang mengendarai motor tersebut5. Pengendara berdiri di atas Jok motor saat motor lagi berjalan6. Pengendara berdiri di atas Kemudi motor saat motor lagi berjalan7. Melepaskan tangan pada kemudi, sementara motor masih berjalan8. Mengangkat Roda depan sambil berbelok9. Mengendarai motor dengan banyak orang diatasnya10. dan masih banyak lagi atraksi lainnyaAtraksi ini benar-benar mendebarkan, khususnya bagi penonton yang menyaksikannya di sekitar area Track yang jadi langganan bagi Black Motor Community. Area ini merupakan salah satu bagian Jalan Pantai Lamalaka yang dikenal tidak padat dilewati Black Car Community maupun Black Motor Community.Selain atraksi di tempat tersebut, pada hari-hari tertentu komunitas ini berlaih ke Pantai Seruni. Bahkan pada hari Sabtu sore hingga malam, ratusan motor melakukan pawai mengelilingi kota Bonthain. Pawai pun tidak hanya dilakukan komunitas Matic, melainkan seluruh komunitas Black Car Community dan Black Motor Community. Kegiatan ini membuat kota Bonthain lebih ramai layaknya kota besar di Indonesia. Luas wilayah, khususnya pusat kota Bonthain yang terbilang amat kecil yang dapat dikelilingi dalam waktu hanya ± 15 menit saja, turut membantu pawai tersebut berlangsung lebih santai.Bagi yang ingin menikmati sajian atraksi Motor Matic, silakan mampir di Pantai Lamalaka dan beri applaus pada sang JOKI. Paling tidak hal di atas dapat dijadikan ajang pengalihan kebiasaan buruk para Pemuda yang lebih suka balapan liar di jalanan.Apresiasi yang lumayan besar diberikan pihak berwajib. Tiap sosialisasi yang dilakukan Kepolisian Resort Bantaeng, Black Motor Community dari berbagai Black Community menjadi pionir penyelenggaraan sosialisasi. Antara lain Sosialisasi Helm yang dilaksanakan seminggu yang lalu, Kapolres Bantaeng dan Bupati Bantaeng memberdayakan komunitas ini untuk mengelilingi Bonthain dalam rangka memperkenalkan salah satu aturan yang diterapkan dalam Undang-Undang Lalu Lintas yang baru.
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/matic-motor-of-bonthain.html
Siang yang cerah menyapa para Black Car Community dan Black Motor Community yang melewati jalan poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba. Sekitar pukul 12.00 Waktu Bonthain, kendaraan besar yang terdiri dari mobil Bus beserta mobil kecil lainnya singgah di Warung Bawakaraeng. Kejadian ini terus berlangsung tiap harinya. Penumpang pada turun dari mobil dan segera masuk ke warung Bawakaraeng.Warung ini amat dikenal, khususnya bagi bagi masyarakat Bantaeng dan masyarakat Bulukumba, Sinjai dan Selayar yang nota bene sering berkunjung untuk bersantap siang dan malam. Ada apa dengan penduduk Bulukumba, Sinjai dan Selayar..............???Apa hubungannya dengan Warung Bawakaraeng.Bantaeng menjadi daerah yang dilewati kendaraan dari dan menuju ketiga kota tersebut. Posisi Bonthain amat strategis sebagai kota persinggahan bagi penumpang yang akan berkunjung ke Makassar maupun sebaliknya. Saking strategisnya, setiap mobil dari dan menuju kota tersebut menjadwalkan tempat singgahnya yakni di Bonthain. Saat Black Community and Black In News of Bonthain Blackinnovationawards goes to campus ke Warung Bawakaraeng, jalan poros dipadati puluhan bahkan ratusan kendaraan. Sehingga jalan yang menghubungkan daerah selatan-selatan Propinsi Sulawesi Selatan ini praktis berubah menjadi lautan Black Community dan menjadi macet. Dari dulu fenomena ini menjadi lazim yang pada akhirnya menjadikan kota Bonthain amat dikenal oleh masyarakat disekitarnya. Bahkan Bonthain dihuni banyak Black Community, misalnya komunitas Selayar, Bulukumba, Sengkang, Sinjai, Pare-pare, Makassar, Jeneponto, Bone dan sebagainya. Tiap komunitas menempati daerah-daerah tertentu di Bonthain. Banyak kalangan berasumsi bahwa Bonthain sejak lama dijadikan daerah tujuan yang aman. Setelah berdiam lama di Bonthain, tak kurang dari mereka yang berkeluarga dengan orang Bonthain dan mendiami kota ini hingga sekarang.Gambaran di atas mengisahkan bahwa keberadaan Warung Bawakaraeng bukanlah hal baru bagi pengunjung yang akan bersantap siang dan malam disana sebelum berangkat lagi menuju Makassar atau Selayar dan sekitarnya. Apa saja yang disajikan di warung tersebut...???Pilih menunya :1. Sop Konro2. Sop Kikil3. Sop Saudara4. Sop Ayam5. Sop Paru6. Bakso7. Ayam Goreng8. Ikan Bakar9. Teh10. Es Teh11. Kopi12. Teh Susu13. Kopi Susu14. Minuman Dingin15. Aneka Jajanan/Cemilan
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/warung-bawakaraeng.html
Makassar memiliki makanan khas yang tidak ada dimana pun selain Makassar. Namun makanan ini ada dimana-mana, khususnya di seantero wilayah Sulawesi. Ngomongin everywhere, tentu tidak etis kalau makanan tersebut tidak ada di Bonthain. Maka perlu diungkap apa benar ada, Black Community and Black In News of Bonthain terpanggil untuk menyajikan kepada para peserta Djarum Black dan Autoblackthrough lainnya.Coto Mangkasara' alias Coto Makassar or Soto Makassar. Makanan ini amat laku dan menjadi icon bagi masyarakat Makassar. Hampir di sepanjang jalan terdapat warung-warung yang menyajikan Coto Mangkasara'. Sebagian besar warung hanya menyajikan Coto Mangkasara'. Sementara sebagian kecil lagi menyajikannya bersama dengan hidangan lain yang menjadi khas Makassar maupun makanan umum lainnya.Jelas terpampang di depan tiap warung sebuah spanduk bertuliskan COTO MANGKASARA'. Coto Mangkasara' berarti Soto atau Sup yang berisikan daging yang telah dicincang sedemikian rupa. Daging tersebut dituang ke dalam mangkuk kecil bersama sup yang telah diberi bumbu khas Makassar.Untuk menikmatinya, coto dapat dimakan bersama dengan Ketupat atau pun Lontong dan Burasa. Namun, pada dasarnya teman dari coto adalah ketupat. Ketupat sendiri, telah menjadi makanan khas bagi masyarakat Indonesia dan bangsa Melayu secara keseluruhan yang terbagi ke dalam berbagai sub Suku Melayu termasuk Indonesia.Coto Mangkasara' bisa dicicipi hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 5.000-Rp 10.000 per mangkuknya. Kebiasaan para pelanggan disaat berkunjung ke warung Coto Mangkasara'. Telah membekali dompetnya dengan puluhan ribu rupiah. Betapa tidak, selain coto tentu tertarik untuk menikmati ketupat minimal 2 buah. Bahkan tak jarang menikmati pula Kacang Tanah yang dikemas dalam plastik kecil untuk menambah cita rasa Coto Manngkasara'.Minimal ada 3 pilihan menu Coto Mangkasara'1. ISI berupa daging secara keseluruhan atau isi selain sumsum dan otak2. OTAK-OTAK berupa sumsum dan otak3. CAMPUR berupa perpaduan ISI dan OTAK-OTAKCoto Mangkasara' itu sendiri dikenal dalam minimal 2 jenis yakni daging sapi dan daging kuda. Tertarik untuk menikmatinya, silakan datangi warung terdekat di kota Anda. Pesan menu pilihannya kemudian duduk bersama pelanggan lainnya. Di meja telah disediakan Kecap, Cuka, Irisan Jeruk Nipis, Garam Halus ber-Iodium, Sambal, Tusuk Gigi dan Tisu.Tapi jangan tertipu dengan Tusuk Gigi yang terbuat dari bambu tersebut. Sebab ada cerita menarik yang mengisahkan bahwa seseorang menganggap Tusuk Gigi merupakan makanan penutup sehabis makan Coto Mangkasara'.5 besar lokasi warung Coto Mangkasara' di Bonthain :1. Jl. Nenas (Area Pasar Lama)2. Kompleks Pasar Sentral3. Jl. Raya Lanto4. Jl. Mangga5. Kompleks Pasar Banyorang
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/coto-mangkasara-in-everywhere.html
Habis Gelap Terbitlah Terang. Tapi bukan itu yang akan disajikan Black Community and Black In News of Bonthain kali ini. Melainkan Struktur Organisasi pada tingkatan Sekretariat DPRD Kabupaten Bantaeng. Referensi pun didapatkan setelah Autoblackthrough goes to campus pada Lembaran Daerah Kabupaten Bantaeng. Struktur tersebut dituangkan ke dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bantaeng Nomor 25 Tahun 2007. Seperti apa wajah Setwan di Bonthain...??? neh dia sobat...A. Sekretaris DewanB. Bagian Umum1. Sub Bagian Tata Usaha dan Kepegawaian2. Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga3. Sub Bagian KehumasanC. Bagian Persidangan dan Risalah1. Sub Bagian Persidangan dan Risalah2. Sub Bagian PerUndang-Undangan3. Sub Bagian Perpustakaan dan DokumentasiD. Bagian Keuangan- Sub Bagian Keuangan- Sub Bagian Penyusunan Anggaran- Sub Bagian PelaporanTernyata cukup ringkas sobat. Namun, tidaklah seringkas pelaksanaannya di lapangan. Mungkin itu yang bisa digambarkan.Download Filenya disini
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/struktur-setkretariat-dprd-kabupaten.html
Untuk mengetahui sejarah berdirinya Bantaeng Tenis Camp, Black Community and Black In News of Bonthain mencari informasi tersebut langsung pada pihak yang mengelolanya. Sebelum nama Bantaeng Tennis Camp, dulunya bernama Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC) diresmikan oleh Bapak H. M. Amin Syam (Ketua Pengda PELTI Sulawesi Selatan) pada tanggal 29 Juni 2004 yang ditandai dengan penandatanganan Prasasti. Peresmian ini dilakukan pada saat beliau Blackinnovationawards goes to campus di Bonthain dalam rangka Peresmian Rehab. Lapangan Tenis PELTI Bawakaraeng Bantaeng.Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC) Bantaeng lahir, berawal dari keprihatinan para penggagas atas prestasi junior Kabupaten Bantaeng pada setiap event-event di Makassar. Adapun Penggagas pembentukan Bawakaraeng Junior Tennis Camp (BJTC) Bantaeng adalah :1. Ir. H.Syafruddin Siata, MS2. H. Asri Rani3. Syahrul Bayan, SSTP4. Iswan NurdinLambat laun, Bawakaraeng Junior Tennis Camp berubah nama menjadi Bantaeng Tennis Camp (BTC) pada tanggal 9 September 2008, seiring dengan pencitraan nama Kabupaten Bantaeng. Harapannya, dengan jalur prestasi tennis, Bantaeng dapat dikenal dimana saja. Bantaeng Tennis Camp (BTC) menetapkan Visi Raih Prestasi dengan Team Work yang Solid dengan Program kerja yang mengacu pada penggalian bakat petenis junior Kabupaten Bantaeng dan peningkatan prestasi di tingkat Regional maupun di tingkat Nasional.Salah satu strategi yang dilakukan dengan mengirimkan Iswan Nurdin untuk mengikuti pelatihan pelatih Level I dan Level II. Dari ilmu pertenisan yang diraihnya, diteruskan kepada anak didik. Terbilang singkat, namun dengan modal semangat akhirnya 6 bulan latihan, telah mampu menunjukkan prestasi regional dan nasional waktu itu.Dalam upaya mengarah pada peningkatan Prestasi Petenis Junior Bantaeng, dari pihak Pengelola BTC melakukan kerja sama dengan Loka Camp Resort and Outbound. Hal ini dilakukan demi peningkatan semangat semangat, peningkatan percaya diri dan motivasi individu berupa kegiatan Outbound untuk pembentukan tim work yang solid.Dari sinilah, sehingga prestasi Petenis-petenis junior asal Bantaeng bermunculan. Nur Adim Ramdani, Nur Oktafianti, Azima Faradina, Fauziah Azis, A. Nesti Ramdani dan Yaumil Iswan. Prestasi mereka tak diragukan khususnya di tingkat Indonesia Timur bahkan Asia.
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/profil-bantaeng-tennis-camp.html
Nur Adim Ramdani (panggilan Adim), petenis junior nasional asal Bantaeng yang kini berkiprah di gelanggang Nasional dan Asia. Si atlit menempati urutan kedua pada ajang Seleksi Nasional Kelompok Umur 16 Tahun setelah dikalahkan oleh Petenis junior asal Tegal, Wisnu Adi Nugroho. Ajang seleknas ini digelar di Lapangan tenis Kemayoran Jakarta, 5-9 Fenruari 2010 lalu. Ajang ini hanya diikuti oleh 8petenis junior terbaik kelompok umur 16 tahun, seperti disampaikan Syahrul Bayan saat ditemui Black Community and Black In News of Bonthain.Dari hasil seleknas ini, Adim berhak mendapat tiket mewakili Tim Davis Junior Nasional di Srilanka, 22-29 Pebruari 2010 bersama 2 petenis lainnya masing-masing Wisnu Adi Nugroho (Tegal) dan David Manoah (Jakarta). Adim berangkat ke Srilanka pada hari Sabtu, 20 Pebruari di bawah bimbingan Suharyadi (Pelatih Nasional).Wisnu Adi Nugroho tak terkalahkan dari tujuh penampilan. Petenis yang mengawali latihan dengan pelatih asal Tegal Purnomo dan kemudian sekolah di Ragunan ini menang 2 set langsung sebanyak lima kali dan dua kali rubber set, masing-masing atas David Manoah dengan skor 4-6, 6-1, 7-5 dan Arief Rahman dengan kemenangan 6-4, 6-7(5) 6-1. Sementara Kemenangan straight set diraih atas Nuradim (6-4, 6-1), M Rizki (6-0, 6-0), Ibrahim (6-3, 6-1), M Sani (6-4, 6-2) dan Jess David (6-3, 6-1).Sementara Nuradim Ramdani hanya kalah satu kali dari Wisnu. Enam partai lainnya dimenangi petenis kelahiran Bantaeng, Sulawesi Selatan ini. Menang atas M Rizki (6-2, 6-1), Ibrahim (6-2, 6-2), Jess David(6-2, 6-0), Dadi Manoah (1-6, 6-3, 6-3), Arief (6-1, 6-3).David Manoah Yosua kalah dua kali, yakni dari Wisnu dan Nuradim. Lima kemenangan lainnya dibukukan atas M Rizki (6-7(5), 6-2, 6-0), Ibrahim (6-4, 6-1), M Sani (6-1, 6-2), Jess David (6-0, 6-0), Arief (6-1, 3-6) dan (7-6(3)). M. Rizki Widianto kalah tiga kali, masing-masing dari Wisnu, Nuradim dan David Manoah (7-6(5), 2-6, 0-6). Sementara empat kemenangan dibukukan atas Ibrahim 6-7(4), 6-4, 6-4), M Sani (6-2, 7-5) dan Arief (6-4, 7-6(5)).Tim Davis Cup Junior Indonesia akan mengikuti pra-kualifikasi di Kolombo, 22 Pebruari mendatang. Hasil ini memang di bawah raihan tahun lalu yang masuk kualifikasi. Adim yang dihubungi via telepon mengatakan mengaku siap untuk membawa nama harum Indonesia dan tanah kelahirannya, Bantaeng di ajang Davis Cup Junior Asia Pasifik di Srilanka. Dan akan menampilkan permainan terbaiknya. Serta berharap doa restu dari seluruh masyarakat dan pencinta tenis di tanah air.Kami hanya bisa mengirimkan doa, dan berharap Adim diberikan kesehatan dan kemenangan disana, walau saat ini, Adim telah berdomisili dan berlatih di Cibubur Tennis Camp Kabupaten Bogor, ujar Iswan Nurdin, Orang tua Adim.Prestasi Adim, terbilang menjulang setelah berdomisili di Kabupaten Bogor, dimana perhatian dari Pengkab. Pelti Bogor dan bimbingan Ardy Rivali sehingga Adim memiliki kematangan bermain yang sangat bagus, tambah Iswan. Pengelola Bantaeng Tennis Camp, Syahrul Bayan yang dihubungi via sms,mengaku bangga karena Adim telah mampu mempersembahkan yang terbaik untuk negeri dan nama daerah Bantaeng, walau sampai saat ini masih berlatih di Bogor.
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/petenis-junior-asal-bonthain-ke.html
Bonthain sering disebut-sebut sebagai kota MALANG atau pun BOGOR di bagian Timur. Melewati LOKA CAMP di Kampung Loka, wisatawan dapat mengunjungi Muntea. Kawasan Transmigrasi yang terletak di Desa Bonto Lojong Kecamatan Ulu Ere. Dari kota Bonthain, dapat ditempuh dalam waktu ± 2,5 jam dengan jarak tempuh sejauh ± 21 Km. Tidak sulit untuk mencapai daerah tersebut. Infrastruktur jalan yang telah di Hotmix, memudahkan perjalanan. Dengan mengendarai Black Motor Community (roda 2) atau Black Car Community (roda 4), bakalan dinikmati pemandangan alam nan indah di saat melewati jalan berkelok-kelok disertai tikungan yang tajam dan curam. Miriplah kota Malang dan Bogor di bagian Barat Indonesia.Apa yang menarik dikunjungi di Muntea. Areal perkebunan Strawberry menghampar luas diselimuti kabut tipis menjadi obyek yang patut dikunjungi. Perkebunan dikelola langsung para petani yang bermukim di kawasan tersebut. Pengunjung yang berminat menikmati buah strawberry dapat berkeliling di areal kebun masing-masing petani.Penataannya diatur sedemikian rupa dengan model bedengan. Di atasnya berjejer gundukan tanah yang dikemas dalam karung. Pada wadah inilah, benih strawberry bercokol hingga siap panen. Untuk dapat menikmati keindahan di kebun tersebut, pengunjung dibebankan biaya retribusi sebesar Rp 5.000/orang. Dan bila berminat menjadikannya sebagai oleh-oleh agar bisa dinikmati keluarga di rumah, mesti merogoh kocek sebesar Rp 10.000/Kg.Tak hanya strawberry yang diandalkan. Keindahan alam yang ditawarkan, menjadi nilai tersendiri khususnya bagi pengunjung yang sekedar ingin menikmati kesejukan alam Muntea. Cuaca yang realtif dingin setiap saat secara tidak langsung mewajibkan kita untuk terus aktif. Betapa tidak, dengan bergerak lebih sering akan memerlancar peredaran darah. Sementara yang hanya duduk terdiam dalam waktu yang lama, dapat mengakibatkan peredaran darah tidak lancar dan bahkan menjadi beku seketika. Hal ini amat dipengaruhi suhu udara yang tidak lazim bagi tubuh penduduk Indonesia. Suhu udara bisa mencapai 3°-5° C. Begitu lembab, sehingga mengharuskan para wisatawan untuk menyiapkan Sweater dan Sleeping Bag (SB) sebelum berkunjung kesana.Rekan-rekan berminat kesana.....? Seperti ini Alurnya................................1. Wisatawan Mancanegara maupun Lokal di luar Makassar, visit Indonesia melalui Bandara Hasanuddin atau pun Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar2. Dari Makassar menuju Bantaeng sejauh ± 120 Km ditempuh dalam waktu ± 2 jam perjalanan3. Dari kota Bonthain menuju arah Utara sejauh ± 21 Km dapat ditempuh dalam waktu ± 2,5 jam perjalananButuh info lebih lanjut, hubungi Black Community and Black In News of Bonthain
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/strawberry-in-muntea.html
Rutinitas penghuni Bonthain di kala sore setiap harinya terbilang beragam dan cukup unik. Salah satunya adalah dengan mengendarai kendaraan sejenis Black Motor Community alias SEPEDA tanpa tenaga motor. Sepeda digerakkan dengan bantuan kaki pengendara yang mengayuh dan menggerakkan kedua roda pada sepeda. Sehingga dengannya pengendara dapat berkeliling menyusuri tiap sudut kota Bonthain. Bersepeda telah menjadi kebiasaan masyarakat Bonthain.Dimulai sekitar pukul 16.00 Waktu Bonthain, Black Community sepeda mulai terlihat di sepanjang ruas jalan Butta Toa. Berbagai merek, model, tipe dan warna sepeda yang lalu lalang. Harganya pun beragam, mulai harga 3 jutaan, 5 jutaan hingga 30 jutaan ke atas. namun bukanlah hal penting dari harga yang tercap pada sepeda tersebut. Yang terpenting adalah membiasakan bersepeda sebagai pengganti mengendarai Black Car Community dan Black Motor Community.Rute yang ditempuh beragam pula, ada yang mengambil rute Bantaeng menuju Bulukumba. Ada pula yang mengambil rute Bantaeng menuju Jeneponto. Selebihnya mengambil rute dalam kota saja. Tiap rute tentu saja memiliki ciri khas tersendiri. Trek yang dilalui bisa menanjak dan seketika menurun tajam. Sebagai bonus, trek lurus dan mendatar menjadi bagian ternyaman dari semua trek yang ada. Khususnya bagi pemula maupun orang tua yang hanya mengandalkan sedikit tenaganya dan lebih memfokuskan pada olah raga semata.Selain menjadikan kegiatan ini sebagai olah raga saja, beberapa Black Community SEPEDA yang ada justru menjadikannya sebagai ajang wisata. Dibuatlah agenda tertentu dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Pada kesempatan yang lainnya, trek diubah dan mengunjungi lokasi lainnya yang lebih menantang. Misalnya menuju dan dari Loka, sebuah kampung yang berada pada ketinggian ± 1.070 m dpl.Dari Kampung Loka menuju kota Bonthain, dibutuhkan ekstra kehati-hatian. Mengingat sebagian besar terdiri dari trek menurun yang curam dan tajam. Biasanya trek ini dilalui Autoblackthrough yang sudah berpengalaman. Sekaligus menjadi ajang uji coba, sehingga pada saatnya nanti, mereka telah siap untuk ikut maju pada tiap event SEPEDA yang diselenggarakan.Seperti diuraikan Black Community and Black In News of Bonthain, bahwa kegiatan ber-SEPEDA di Bonthain telah menjadi agenda pokok tiap sorenya. Dari sekedar olah raga maupun untuk ajang latihan sebelum tanding.Adapun pertandingan/kompetisi sering diadakan, baik oleh pihak Pemerintah maupun pihak swasta. Seperti yang berlangsung sekitar sebulan yang lalu. Diadakan kompetisi Sepeda dari Makassar menuju Bantaeng yang berjarak 120 Km. Kompetisi sebelumnya lagi bahkan lebih besar. Sepeda Jelajah Nusantara Seri IX, ajang bersepeda menjelajahi kota-kota di Indonesia. Bantaeng pada tahun 2009 yang lalu menjadi salah satu lokasi yang dilewati. Acara yang dikemas bernuansa wisata ini dilaksanakan pihak Trans 7 kerja sama Ambae.exe, Loka Camp (Resort and Outbound), B Global Management, Baling-baling Adventure Team (BAT), Baling-baling Restaurant and Cafe dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng (khusus untuk jalur Bantaeng).Acara tersebut merupakan rangkaian acara sebelumnya pada Seri VIII (Delapan) yang dilaksanakan oleh Trans 7 di Atambua. Dan pada bulan Oktober 2009 dilaksanakan kembali oleh Trans 7 kerja sama Ambae.exe, Loka Camp (Resort and Outbound), Bglobal Management, Baling-baling Adventure Team (BAT), Baling-baling Restaurant and Cafe dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng (khusus untuk jalur Bantaeng).
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/sepeda-without-motor.html
Masih ingat kan artikel yang memuat tentang DINAS, BADAN dan KANTOR. Sesuai data terbaru yang sempat dihimpun Black Community and Black In News of Bonthain, kali ini akan diuraikan Struktur Organisasi pada tingkatan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng. Sambil menikmati Djarum Black Slimz dan Djarum Black Menthol, simak uraian berikut.A. Asisten Bidang Pemerintahan1. Bagian Pemerintahan Umum- Sub Bagian Pembinaan Kecamatan dan Kelurahan- Sub Bagian Kerja Sama- Sub Bagian Pelayanan Pertanahan2. Bagian Hukum- Sub Bagian PerUndang-Undangan- Sub Bagian Bantuan Hukum dan HAM- Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi Hukum3. Bagian Organisasi- Sub Bagian Analisis Kelembagaan- Sub Bagian Analisis Beban Kerja- Sub Bagian KetatalaksanaanB. Asisten Bidang Pemerintahan1. Bagian Administrasi Pembangunan- Sub Bagian Penyusunan Program- Sub Bagian Pengendalian dan Evaluasi- Sub Bagian Pelaporan2. Bagian Kesejahteraan Rakyat- Sub Bagian Pembinaan Lembaga dan Sarana Keagamaan- Sub Bagian Bina Mental dan Spiritual- Sub Bagian Data, Evaluasi dan Pelaporan3. Bagian Perekonomian- Sub Bagian Sarana dan Prasarana Ekonomi- Sub Bagian Penanaman Modal- Sub Bagian Pembinaan Usaha EkonomiC. Asisten Bidang Administrasi1. Bagian Keuangan- Sub Bagian Anggaran- Sub Bagian Perbendaharaan- Sub Bagian Verifikasi2. Bagian Humas dan Protokol- Sub Bagian Pengumpulan Informasi dan Pemberitaan- Sub Bagian Protokol dan Perjalanan- Sub Bagian Sandi dan Telekomunikasi3. Bagian Umum- Sub Bagian Tata Usaha- Sub Bagian Kepegawaian- Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah TanggaDownload Filenya disini
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/struktur-setkretariat-daerah-kabupaten.html
Di Bonthain, Pemerintah mewajibkan kepada tiap-tiap pengusaha untuk memiliki Surat Izin sesuai jenis usaha yang dijalankannya. Adapun ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Daerah alias PERDA by. Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Tiap daerah punya ketentuan dan peraturan mengenai perizinan, namun tidak banyak yang dapat diketahui masyarakat umum seputar aturan dimaksud. Olehnya itu, Black Community and Black In News of Bonthain terpanggil untuk mencari tahu seperti apa aturan yang mendasari terbitnya kewajiban mengantongi Izin dari Pemerintah. Autoblackthrough goes to campus SINTAP dan mengumpulkan data yang akan dijadikan bahan posting. Setelah dianggap memenuhi standar seperti kebiasaan Penulis, segera diposting informasi tersebut.Tiap jenis perizinan yang berlaku di Bonthain, dilayani di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KTSP) Kabupaten Bantaeng. Izin dimaksud adalah :Izin Mendirikan Bangunan (IMB)Izin Gangguan (HO)Izin Tempat Usaha (SITU)Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)Izin Usaha Perdagangan (SIUP)Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri (IUI/TDI)Izin Tanda Daftar Gudang/Ruangan (TDG/R)Izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP)Izin Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM)Izin TrayekPersyaratan Perizinan yang harus dipatuhi masyarakat BantaengIZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB)- Foto Copy KTP yang masih berlaku- Surat Rekomendasi dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat- Bukti Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan- Surat Pernyataan tetangga/pemilik tanah yang berdekatan- Tanda Bukti Kepemilikan Tanah/Sertifikat atau Surat Kuasa dari pemilik untuk membangun- Gambar Rencana Bangunan dengan skala 1:100 pada media Kertas HVS ukuran A3- Rekomendasi Kelayakan Lingkungan (yang dianggap perlu)- Pas Photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembarTarif Retribusi dan Masa Berlaku diatur sesuai Perda No. 7 Tahun 2004 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB)IZIN GANGGUAN (HO)- Foto Copy KTP yang masih berlaku- Foto Copy Bukti Pembayaran SPPT- Kuitansi Pembelian Alat Pemadam Api (ASLI)- Surat Izin HO yang lama (perpanjangan)- Pas Photo berwarna 3x4 ukuran 3 lembar- Map Snelhecter Plastik berwarna Kuning sebanyak 1 lembarTarif Retribusi dan Masa Berlaku diatur sesuai Perda No. 18 Tahun 1999 tentang Retribusi Izin Gangguan (HO). Masa berlaku selama 3 tahunIZIN TEMPAT USAHA (SITU)- Foto Copy KTP yang masih berlaku- Foto Copy IMB (pendaftaran baru)- Foto Copy Bukti Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan- Akte Pendirian dari Notaris bagi Perusahaan resmi- Surat Izin Reklame (usaha yang menggunakan Papan Reklame)- SITU lama (perpanjangan)- Surat Izin HO (usaha yang menimbulkan suara keras maupun bau)- Pas Photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar- Kuitansi Pembelian Alat Pemadam Kebakaran- Surat Kuasa Pemilik kepada Pemohon untuk PBB (pengusaha yang bukan atas nama pada Blanko PBB)- Sketsa Gambar Lokasi (perpanjangan jika terjadi perpindahan)- Persyaratan lain yang dianggap perlu- Map Snelhecter Plastik berwarna Merah sebanyak 1 lembarTarif Retribusi dan Masa Berlaku diatur sesuai Perda No. 14 Tahun 2001 tentang Retribusi Izin Tempat Usaha (SITU). Masa berlaku selama 2 tahunIZIN USAHA JASA KONSTRUKSI (IUJK)- Foto Copy KTP yang masih berlaku- Akte Pendirian dari Notaris bagi perusahaan resmi- Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang telah dilegalisir- Foto Kantor Perusahaan dan Ruangan Kerja masing-masing ukuran 3R sebanyak 1 lembar- Foto Copy SITU (perpanjangan)- Daftar Peralatan Perusahaan dan Kuitansinya- IUJK lama (perpanjangan)- Pas Photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar- Map Snelhecter Plastik berwarna Merah sebanyak 1 lembarTarif Retribusi dan Masa Berlaku diatur sesuai Perda No. 28 Tahun 2003 tentang Retribusi Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). Masa berlaku selama 3 tahunIZIN USAHA PERDAGANGAN (SIUP)- Foto Copy KTP Pemilik/Dirut/Penangung Jawab yang masih berlaku- Akte Pendirian dari Notaris bagi perusahaan resmi- Foto Copy NPWP/Bukti Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan- Foto Copy SITU- HO (bila dipersyaratkan)- Materai Rp 6.000,- sebanyak 2 lembar- Neraca Perusahaan- Pas Photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar- Map Snelhecter Plastik berwarna Hijau sebanyak 1 lembarTarif Retribusi dan Masa Berlaku diatur sesuai Perda No. 25 Tahun 2003 tentang Retribusi Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Masa berlaku selama 2 tahunBagi perusahaan yang ingin melakukan pendaftaran ulang SIUP, persyaratannya sebagai berikut :- SIUP (ASLI)- Akte Pendirian dari Notaris bagi perusahaan resmi- Foto Copy KTP Pemilik/Dirut/Penangung Jawab yang masih berlaku- Foto Copy SITU- Materai Rp 6.000,- sebanyak 2 lembar- Neraca Perusahaan- Pas Photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar- Map Snelhecter Plastik berwarna Hijau sebanyak 1 lembarIZIN USAHA INDUSTRI/TANDA DAFTAR INDUSTRI (IUI/TDI)- Mengisi Formulir (data Perusahaan bersangkutan)- Foto Copy KTP Pemilik/Dirut/Penangung Jawab yang masih berlaku- Akte Pendirian dari Notaris bagi perusahaan resmi- NPWP (pendaftaran baru)- Foto Copy SITU- HO (bila dipersyaratkan)- Materai Rp 6.000,- sebanyak 2 lembar- Pas Photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar- Data Nilai Investasi Perusahaan- Rekomendasi Kelayakan Lingkungan- TDI/IUI yang lama (perpanjangan)- Map Snelhecter Plastik berwarna Hijau sebanyak 1 lembarTarif Retribusi dan Masa Berlaku diatur sesuai Perda No. 25 Tahun 2003 tentang Retribusi Izin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri (IUI/TDI). Masa berlaku selama 2 tahunIZIN TANDA DAFTAR GUDANG/RUANGAN (TDG/R)- Foto Copy KTP Pemilik/Dirut/Penangung Jawab yang masih berlaku- Akte Pendirian dari Notaris bagi perusahaan resmi- Foto Copy NPWP/Bukti Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan- Foto Copy SITU- Foto Copy SIUP- HO (bila dipersyaratkan)- Neraca Perusahaan- Pas Photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar- Map Snelhecter Plastik berwarna Hijau sebanyak 1 lembarTarif Retribusi dan Masa Berlaku diatur sesuai Perda No. 25 Tahun 2003 tentang Retribusi Izin Tanda Daftar Gudang/Ruangan (TDG/R). Masa berlaku selama 2 tahunIZIN TANDA DAFTAR PERUSAHAAN (TDP)- Foto Copy KTP Pemilik/Dirut/Penangung Jawab yang masih berlaku- Akte Pendirian dari Notaris bagi perusahaan resmi- Foto Copy Sertifikat Badan Usaha (SBU)- Foto Copy NPWP/Bukti Pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan- Foto Copy SITU- Foto Copy SIUP- Neraca Perusahaan- Materai Rp 6.000,- sebanyak 1 lembar- Pas Photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar- Map Snelhecter Plastik berwarna Hijau sebanyak 1 lembarTarif Retribusi dan Masa Berlaku diatur sesuai Perda No. 15 Tahun 2006 tentang Retribusi Izin Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Masa berlaku selama 5 tahunIZIN PENJUALAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM)- Surat Rekomendasi dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui Camat - Foto Copy KTP yang masih berlaku- Surat Pernyataan Penyediaan Alat Pemadam Api- Surat Pernyataan Tidak Keberatan dari Tetangga yang diketahui Pemerintah Setempat (pendaftaran baru)- Foto Copy SITU (untuk kapasitas penjualan 200 liter ke atas)- Sketsa Gambar Lokasi- Pas Photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar- Surat Izin BBM yang lama (perpanjangan)- Map Snelhecter Plastik berwarna Hijau sebanyak 1 lembarTarif Retribusi dan Masa Berlaku diatur sesuai Perda No. 21 Tahun 2001 tentang Retribusi Izin Usaha Pertambangan dan Energi. Masa berlaku selama 1 tahunIZIN TRAYEK- Foto Copy KTP Pemilik/Dirut/Penangung Jawab yang masih berlaku- Foto Copy Buku KEUR- Foto Copy STNK Pemilik Kendaraan- Izin Trayek yang lama (perpanjangan)- Map Snelhecter Plastik berwarna Biru sebanyak 1 lembarTarif Retribusi dan Masa Berlaku diatur sesuai Perda No. 19 Tahun 1999 tentang Retribusi Izin Trayek. Masa berlaku selama 1 tahunBicara Pelayanan Terpadu, maka tentu saja telah dipatok ketentuan waktu penyelesaian layanan tiap jenis perizinan. Neh dia infonya sobat.......................Izin Mendirikan Bangunan (IMB) selama 5 hariIzin Gangguan (HO) selama 4 hariIzin Tempat Usaha (SITU) selama 6 hariIzin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) selama 4 hariIzin Usaha Perdagangan (SIUP) selama 6 hariIzin Usaha Industri/Tanda Daftar Industri (IUI/TDI) selama 5 hariIzin Tanda Daftar Gudang/Ruangan (TDG/R) selama 6 hariIzin Tanda Daftar Perusahaan (TDP) selama 6 hariIzin Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) selama 4 hariIzin Trayek selama 4 hariPerlu diketahui bahwa informasi di atas diperoleh dari berbagai sumber yang kemudian dirangkum oleh Black Community and Black In News of Bonthain. Harapannya menjadi acuan bagi para pengguna dan wajib izin. Sumber-sumber terpercaya tersebut adalah :1. Pegawai/Staf Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KTSP) Kabupaten Bantaeng2. Brosur milik Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KTSP) Kabupaten Bantaeng3. Informasi SKPD terkait yang berhubungan erat dengan izin di atas
http://bonthain.blogspot.com/2010/02/layanan-izin-di-bonthain.html

